oleh

Kurangi Korban Jiwa, Kehadiran TCK Sangat Diperlukan Saat Terjadi Bencana Alam

POSKOTA.CO-Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia perlu menyiapkan Tim Cadangan Kesehatan (TCK) untuk menangani bencana. Mengingat Indonesia mengalami berbagai jenis bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan gunung meletus. Oleh karena itu, peran TCK yang siap siaga pun diperlukan untuk mengurangi korban nyawa.

“Saat terjadi bencana  kita harus bisa segera mengirimkan tim untuk penanganan bencana itu dalam waktu yang sangat cepat,” ujar Budi dalam acara Pengukuhan TCK-EMT (Tim Cadangan Kesehatan-Emergency Medical Team), Senin (15/05/2023).

Menurut Menkes, World Health Organization (WHO) juga telah menetapkan standar terkait TCK. Berdasarkan dokumen Classification and Minimum Standards for Emergency Medical Teams yang dirilis WHO pada 2021, TCK terbagi ke dalam empat jenis yaitu tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tim penanganan khusus. Setiap tipe memiliki waktu operasional yang berbeda di medan bencana.

“Sejauh yang saya tahu, Indonesia belum ada yang tipe 1. Masih yang tipe 2,” ujar Budi lagi. Dia turut berharap Indonesia bisa mempersiapkan TCK tipe 1 ini.

Selain itu, Budi menyampaikan perlunya registrasi anggota TCK. Ini dilakukan agar ada data terkait tempat penugasan dan jenis bencana yang ditangani setiap anggota TCK.

Tak lupa, Budi menyebut TCK perlu mendapat pelatihan yang kontinyu. Pelatihan ini perlu dilakukan terhadap berbagai jenis bencana karena bencana yang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda pula. Pelatihan terbaik, menurut Budi, dapat dilakukan pada saat terjadi bencana.

“Teman-teman yang ada di sini harus bisa segera dikirim ke sana sehingga mereka bisa mengembangkan terus kemampuan mereka menanggulangi bencana,” jelas Budi.

Terakhir, Budi menilai TCK perlu dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.

Contohnya, bencana gempa bumi kerap mengakibatkan banyak korban patah tulang. Sehingga, implan tulang perlu disiapkan sejak awal. Begitu pula kebutuhan kamar operasi yang bisa dibangun segera di saat bencana.

“Hal-hal seperti itu memang harus kita siapkan dari awal berdasarkan pengalaman dari bencana-bencana sebelumnya,” tutupnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *