SEMARANG – Ikatan Notaris Indonesia (INI) menyelenggarakan Kongres XXIV di Padma Hotel Semarang, Jawa Tengah, pada 21–23 Oktober 2026. Mengusung tema “Dari Rumah Kita Untuk Indonesia: Membangun Keberlangsungan Organisasi Untuk Kemajuan dan Kebersamaan Seluruh Anggota Demi Tercapainya Indonesia Emas”, kongres ini menjadi momentum untuk memperkuat keberlangsungan organisasi, meningkatkan profesionalisme notaris, dan membangun sinergi dengan pemerintah.
Kongres yang dibuka resmi oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum RI, Dr. Widodo, SH, MH tersebut, diikuti oleh 2.545 peserta baik anggota notaris aktif maupun anggota luar biasa dan perwakilan 34 pengurus wilayah INI dari seluruh Indonesia.
Selain menjadi forum silaturahmi, kongres juga menjadi ruang bagi para anggota untuk menyampaikan masukan, mengevaluasi dinamika organisasi, serta merumuskan kebijakan strategis bagi keberlangsungan profesi notaris.
Dirjen Widodo dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika organisasi. Ia menyinggung simbol gunungan dalam pewayangan yang berada di belakangnya. Dalam tradisi pertunjukan wayang, gunungan kerap digunakan sebagai penanda dimulainya atau berakhirnya sebuah babak.
Menurutnya, simbol tersebut dapat dimaknai sebagai harapan agar berbagai dinamika yang terjadi di tubuh organisasi dapat diselesaikan sehingga seluruh anggota kembali bersatu. “Kalau sudah di akhir, tandanya cerita-ceritanya sudah selesai. Artinya, dinamikanya insyaallah sudah selesai. Kita sekarang bersatu lagi dan sama-sama menyambung silaturahmi di antara kita semua,” ujarnya.
Widodo berharap suasana ceria, rukun, dan damai yang mewarnai kongres dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Ia juga berharap forum tersebut menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi organisasi dan profesi notaris.
Notaris Berperan Strategis dukung Pertumbuhan Ekonomi
Widodo menegaskan bahwa profesi notaris memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus menjalankan berbagai strategi untuk menjaga sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 6 persen.
“Upaya tersebut ditempuh melalui kebijakan fiskal dan penganggaran, hilirisasi, pengembangan enam mesin pertumbuhan ekonomi baru, kemudahan berusaha, serta reformasi structural,” lanjut Widodo.
Keberhasilan berbagai kebijakan tersebut, menurut Widodo membutuhkan dukungan kepastian hukum yang mampu membangun kepercayaan masyarakat dan dunia usaha. Dalam konteks tersebut, notaris memiliki peran penting karena menjadi bagian dari proses pendirian badan usaha, masuknya investasi, penyusunan transaksi komersial, hingga mendukung kegiatan perbankan dan pembiayaan.
“Kualitas layanan notaris turut memengaruhi perlindungan hak para pihak dan kepercayaan mereka terhadap ekosistem usaha yang ada di Indonesia,” katanya.
Widodo menegaskan bahwa, tanggung jawab notaris tidak hanya berkaitan dengan kepentingan bisnis dan investasi, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat secara luas. Masyarakat membutuhkan jasa notaris untuk membuat perjanjian, mengatur kepentingan keluarga, menyatakan kehendak mengenai harta kekayaan, serta memperoleh kepastian dalam berbagai hubungan hukum. Karena tidak semua orang memahami sepenuhnya konsekuensi hukum dari tindakan yang dilakukan, masyarakat sangat bergantung pada profesionalitas, ketelitian, dan integritas notaris.
Oleh karena itu, Widodo menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan dan kehormatan jabatan notaris sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem hukum nasional.
Ketum PP INI Ajak Anggota Jaga Persatuan
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP INI Irfan Ardiansyah SH. Sp.N LL.M mengatakan Kongres XXIV menjadi kesempatan bagi seluruh anggota untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan organisasi.
Selain itu, rangkaian kegiatan selama tiga hari dirancang untuk mengakomodasi pembekalan pengetahuan, pembahasan dalam forum kongres, serta perumusan berbagai keputusan organisasi. “Masukan dan kritik dari peserta sangat diperlukan, terutama dalam pembahasan yang melibatkan sejumlah komisi. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan diharapkan dapat menjawab kebutuhan anggota sekaligus memperkuat keberlangsungan organisasi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Hukum RI, khususnya Direktorat Jenderal AHU, atas dukungan terhadap berbagai kegiatan INI, baik di tingkat pusat maupun wilayah.
Irfan juga mengajak seluruh anggota untuk terus membuka ruang dialog, duduk bersama, saling mendengarkan, dan menghormati perbedaan demi menjaga soliditas organisasi. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya memutus hubungan kekeluargaan di antara anggota. “Kita boleh berbeda pendirian, tetapi kita tetap keluarga besar Ikatan Notaris Indonesia. Proses hukum biarlah berjalan sesuai mekanismenya, sementara komunikasi dan silaturahmi harus tetap kita jaga,” lanjut Irfan.
Irfan juga menekankan pentingnya mempertahankan INI sebagai wadah tunggal organisasi notaris, sekaligus memperkuat sinergi dengan Kementerian Hukum RI.
Dorong Keberlangsungan Organisasi dan Kemajuan Anggota
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah INI Jawa Tengah, Dr Al Halim SH MKn MH, menyampaikan tema kongres yang mengangkat pembangunan dan pengabdian untuk Indonesia, keberlangsungan organisasi, kemajuan, serta kebersamaan memiliki makna penting bagi perjalanan INI ke depan. Menurutnya, organisasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dinamika kebutuhan masyarakat, serta tuntutan terhadap integritas dan profesionalitas.
Ia menegaskan bahwa kemajuan organisasi tidak boleh hanya dirasakan oleh sebagian anggota, melainkan harus menjadi manfaat bersama bagi seluruh keluarga besar INI. “Profesionalitas, integritas, independensi, dan kehormatan jabatan notaris harus senantiasa menjadi fondasi dalam setiap langkah pengabdian,” katanya.
Al Halim juga berharap hubungan kelembagaan yang konstruktif antara INI dan Kementerian Hukum RI terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, notaris diharapkan dapat berkontribusi lebih luas dalam memberikan kepastian hukum, mendukung pembangunan ekonomi, dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Kanwil Kemenkum Jateng Tekankan Pentingnya Sinergi
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Dr Heni Susila Wardoyo SH MH, dalam sambutannya menyoroti pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam menghadapi dinamika organisasi. Menurut Heni, proses konsolidasi organisasi membutuhkan komunikasi yang intensif agar kepentingan para notaris tetap terakomodasi.
Ia menjelaskan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum merupakan instansi vertikal yang menjalankan tugas berdasarkan kebijakan Menteri Hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Salah satu tugas tersebut adalah melaksanakan pembinaan dan pengawasan notaris, termasuk aspek organisasi sesuai kewenangan yang dimiliki.
Karena itu, Heni menegaskan bahwa setiap langkah yang dilakukan jajaran Kantor Wilayah harus sejalan dengan kebijakan pimpinan dan ketentuan hukum yang berlaku. Ia berharap penyelenggaraan kongres dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah dan organisasi profesi, sekaligus memastikan kepentingan notaris mendapat perhatian melalui mekanisme yang tepat.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Kongres XXIV INI, Dr Ari Nur Widanarko SH MK, dalam sambutannya menyampaikan kongres kali ini diikuti 2.545 orang, terdiri atas 1.870 notaris aktif dan 25 anggota luar biasa.
Ari berharap kongres dapat menjadi momentum untuk menjadikan INI sebagai rumah besar yang nyaman bagi seluruh anggotanya, tempat berdiskusi, memperkuat solidaritas, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan organisasi.
Ia menjelaskan, pada hari pertama peserta mendapatkan pembekalan pengetahuan melalui sesi yang menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya. Agenda berikutnya berlanjut pada pembahasan kongres dan perumusan keputusan organisasi. “Semoga perhelatan kita kali ini menjadikan rumah besar kita sebagai rumah yang nyaman, tempat menguatkan diri, memupuk kebersamaan, dan memperkuat organisasi menuju Indonesia Emas,” tutupnya.
Melalui kongres tersebut, INI diharapkan tidak hanya mampu memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga meningkatkan kualitas profesi notaris agar semakin berintegritas, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia usaha.







Komentar