MANADO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Sulut Irjen Yudho Hermanto turun langsung memantau kondisi antrean dan pengamanan pengisian BBM disejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota tersebut.
Akibat kelangkaan BBM itu memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di sana. Didampingi Kapolresta Manado Kombes Irham Halid, Kapolda Irjen Yudho mendatangi sejumlah SPBU diantaranya, SPBU Tikala, Paal Dua, Kairagi, Dendengan dan Tuminting.
Kapolda Irjen Yudho memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kelancaran pelayanan serta kondisi antrean kendaraan di lokasi. Dari hasil pemantauan, kondisi antrean di sejumlah SPBU yang dikunjungi Kapolda akhirnya berangsur normal dan landai.
Kehadiran Kapolda Irjen Yudho Hermanto secara langsung disejumlah SPBU adalah bagian dari upaya Polri memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta memastikan aktivitas pengisian BBM berlangsung tertib.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Endrastiawan Setyowibowo dalam keterangannya dikutip, Rabu (21/10/2026)
mengatakan, pemantauan di sejumlah SPBU merupakan bentuk perhatian Polda Sulut terhadap situasi di lapangan. Kehadiran Kapolda Yudho Hermanto di lokasi sekaligus upaya memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan BBM dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan pemantauan di sejumlah SPBU di Kota Manado, kondisi antrean sudah normal kembali. “Kapolda ingin memastikan langsung situasi di lapangan. Termasuk keamanan, kelancaran pelayanan serta koordinasi dengan pihak pengelola SPBU terkait ketersediaan dan distribusi BBM,” ujar Kombes Endrastiawan.
Dikatakan Kapolda Sulut Irjen Yudho Hermanto, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun keresahan masyarakat akibat informasi mengenai ketersediaan BBM.
Kapolda Irjen Yudho mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat diingatkan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (Omi/jo)







Komentar