oleh

Kajian ASI: Bidang Kesehatan dan Pendidikan Paling Positif

JAKARTA – Bidang kesehatan dan pendidikan menjadi dua sektor yang memperoleh penilaian paling positif dari masyarakat terhadap pelaksanaan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI) yang dilaksanakan pada 23-29 Juli 2026 mencatat penilaian positif terhadap bidang kesehatan sebesar 61,5 persen, sementara bidang pendidikan mencapai 55,4 persen.

Temuan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif’an, dalam diskusi dan refleksi bertajuk “Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang diselenggarakan Arus Survei Indonesia di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurut Ali, hasil survei tersebut memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap dua bidang pelayanan dasar yang memiliki hubungan langsung dengan kualitas hidup. Kesehatan dan pendidikan menjadi sektor penting dalam evaluasi pemerintahan karena manfaat kebijakannya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari sekaligus pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang.

“Berdasarkan hasil survei ASI pada 23-29 Juli 2026, bidang kesehatan memperoleh penilaian positif sebesar 61,5 persen, sedangkan bidang pendidikan mencapai 55,4 persen. Kedua bidang ini penting untuk dicermati karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Ali, dalam keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Selasa (20/10/.2026).

Ia menjelaskan, penilaian positif terhadap bidang kesehatan dapat menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan. Sementara itu, pada sektor pendidikan, perhatian perlu diarahkan pada pemerataan kesempatan belajar, kualitas pembelajaran, serta dukungan terhadap kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

“Penilaian positif dari masyarakat perlu menjadi dorongan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan. Ukuran keberhasilan kebijakan bukan hanya pada program yang diluncurkan, tetapi juga pada sejauh mana masyarakat memperoleh akses yang lebih baik dan merasakan manfaatnya secara nyata,” demikian rumusan pernyataan yang dapat memperkuat perspektif evaluasi kebijakan publik dalam pemberitaan ini.

Dengan demikian, hasil survei ASI dapat menjadi salah satu pijakan untuk membaca capaian dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sekaligus mengidentifikasi pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan. Penilaian publik merupakan bagian dari evaluasi, yang perlu dilengkapi dengan indikator pelaksanaan program dan hasil kebijakan agar gambaran kinerja pemerintah lebih menyeluruh.

Diskusi yang diselenggarakan ASI tersebut turut menghadirkan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes, Pemimpin Redaksi BeritaSatu Syukri Rahmatullah, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, serta Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif’an. (*/din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *