oleh

Jelang Pemilu 2029, Bahlil Pasang Target Golkar Tambah Kursi di Parlemen

JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mulai pasang kuda-kuda menghadapi Pemilu 2029. Tak tanggung-tanggung, partai berlambang pohon beringin itu membidik penambahan jumlah kursi di parlemen sekaligus memastikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap solid hingga akhir masa jabatan.

Dua target besar tersebut bukan sekadar wacana. Bahlil menegaskan, keputusan itu sudah menjadi ketetapan partai yang dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar.

Hal itu disampaikan Bahlil usai berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026), dalam rangka memperingati HUT ke-62 Partai Golkar. “Partai Golkar dalam Pemilu 2029, ada dua ya keputusan Golkar yang sudah diputuskan baik di Munas maupun di Rapimnas,” ujar Bahlil, dalam keterangannya yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Selasa (20/10/20206).

Bidik Tambahan Kursi di Parlemen
Target pertama yang menjadi perhatian Bahlil adalah mendongkrak perolehan kursi Golkar pada Pemilu 2029. Pasalnya, tambahan kursi di parlemen menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kepengurusan partai di bawah komandonya.

Saat ini, Golkar mengantongi 102 kursi DPR RI atau sekitar 17,59 persen dari total kursi parlemen. Jumlah tersebut menempatkan Golkar di posisi kedua setelah PDI Perjuangan (PDIP).

Dengan modal tersebut, Bahlil ingin mesin politik Golkar bekerja lebih maksimal agar perolehan kursi pada pemilu mendatang bisa meningkat. “Program yang pertama adalah kita bagaimana menaikkan jumlah kursi. Karena itulah KPI pengurus Partai Golkar sekarang di bawah pimpinan ketua umumnya saya,” tegasnya.

Artinya, para pengurus Golkar punya pekerjaan rumah besar. Bukan cuma menjalankan program partai, tetapi juga harus mampu mendongkrak suara dan menambah wakil rakyat di Senayan.

Selain memburu tambahan kursi, Golkar juga memastikan tetap berada di barisan pendukung pemerintahan Prabowo Subianto hingga masa jabatan presiden berakhir. Bahlil menegaskan, keputusan politik tersebut akan dijalankan secara konsisten. Golkar ingin terus mengambil bagian dalam mendukung pemerintah untuk merealisasikan berbagai agenda pembangunan nasional.

Menurutnya, Golkar memiliki peran sebagai instrumen politik negara yang ikut membantu pemerintah mewujudkan cita-cita kemerdekaan, terutama dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Golkar tahu, Golkar hadir sebagai instrumen politik negara yang selalu membantu pemerintah dalam rangka mewujudkan cita-cita proklamasi, yaitu tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Bahlil. (*/din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *