JAKARTA — Memasuki usia senja yang matang, Ikatan Notaris Indonesia (INI) resmi memperingati hari jadinya yang ke-118 tahun pada Rabu (1/7/2026). Di tengah gempuran keterbukaan informasi dan pengawasan ketat publik di media sosial, organisasi profesi tertua ini menegaskan komitmennya untuk tidak goyah: memperketat penegakan kode etik internal sekaligus tancap gas beradaptasi dengan ekosistem digital demi menyongsong Indonesia Emas.
Dalam perayaan yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus pusat hingga daerah, Ketua Dewan Kehormatan Pusat (DKP) PP INI, Risbert Sulini Soeleiman, SH, MH menekankan bahwa bertahannya organisasi sejak berdiri tahun 1908 hingga tahun 2026 ini adalah bukti ketangguhan dalam menjaga kehormatan profesi.
Namun, tantangan di era modern diakui jauh lebih kompleks. Saat ini, gerak-gerik notaris berada di bawah lensa pengawasan publik secara langsung lewat media sosial.
Karena itu, DKP INI menggarisbawahi beberapa komitmen strategis. Pertama, penegakan etik sebagai pembinaan. Penegakan kode etik kini tidak lagi berfokus pada pemberian sanksi semata, melainkan dioptimalkan sebagai sarana pembinaan anggota agar tetap berintegritas.
Kedua, satu rumah organisasi dengan menjaga marwah INI sebagai satu-satunya wadah resmi penunggal profesi notaris di Indonesia.
Ketiga, modernisasi layanan, yakni eningkatkan kualitas pelayanan anggota agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat berbasis teknologi.
Singkirkan Kepentingan Pribadi
Senada dengan DKP, Ketua Umum Pengurus Pusat INI Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Dr. H. Irfan Ardiansyah, S.H., Sp.N., LL.M, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi organisasi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai yang menjadi fondasi profesi notaris.
“Usia 118 tahun mengajarkan kepada kita bahwa sebuah organisasi yang besar bukanlah organisasi yang tidak pernah menghadapi dinamika, melainkan organisasi yang mampu kembali menyatukan langkah,” kata Irfan.
Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun tujuan organisasi tetap satu: menjaga kehormatan profesi notaris melalui satu-satunya organisasi profesi notaris, yaitu Ikatan Notaris Indonesia. “Saya mengajak seluruh anggota untuk kembali melangkah bersama. Sebab semakin cepat kita kembali bersatu, semakin besar pula manfaat yang dapat kita berikan bagi profesi, masyarakat, bangsa, dan negara,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk kembali merapatkan barisan dan memperkokoh persatuan. Ia mengingatkan agar konflik internal atau ego kelompok tidak menjadi batu sandungan bagi kemajuan organisasi.
“Kita kembali kepada organisasi kita sendiri. Mari kita kokohkan langkah agar organisasi ini tetap berjalan dan eksis di mata masyarakat maupun negara,” tegasnya.
Dari Bakti Sosial hingga Ziarah Sejarah
Perayaan seabad lebih organisasi ini tidak hanya sekadar seremonial. Ketua Panitia HUT ke-118 INI, Wijayanti, memaparkan bahwa rangkaian acara dirancang sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus refleksi sejarah.
Beberapa agenda utama yang sukses digelar antara lain:
- Aksi Kemanusiaan: Melalui berbagai kegiatan bakti sosial dan program kemasyarakatan.
- Apresiasi Anggota: Pemberian penghargaan bagi kader-kader yang berdedikasi.
- Refleksi Historis: Ziarah ke makam para tokoh bangsa dan mantan Ketua Umum yang telah meletakkan fondasi awal berdirinya organisasi.
Melalui momentum HUT ke-118 ini, INI berharap solidaritas antar-notaris di seluruh penjuru Indonesia kian solid, profesionalisme meningkat tajam, dan peran hukum organisasi semakin kokoh di tengah badai disrupsi digital.
Seluruh rangkaian peringatan tersebut akan mencapai puncaknya pada penyelenggaraan NOTARACE yang akan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026.
“Kehadiran seluruh pengurus PP INI diharapkan menjadi simbol persatuan dan semangat kolektif dalam menyongsong perjalanan Ikatan Notaris Indonesia yang semakin maju, adaptif, dan berdaya saing. Mari menjadi bagian dari kemeriahan puncak peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia. Sampai bertemu di NOTARACE pada 26 Juli 2026!” tutupnya.







Komentar