JAKARTA — Rumah Sakit Tria Dipa menyatakan komitmennya untuk memperkuat layanan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mendukung kesiapan kesehatan calon pekerja migran Indonesia sebelum menjalankan pekerjaan di luar negeri. Melalui layanan pemeriksaan kesehatan yang terstruktur, calon pekerja diharapkan dapat memperoleh evaluasi kondisi kesehatan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Direktur PT Tria Dipa, Sukmo Hadi Nugroho mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung proses penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya melalui penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas dan terintegrasi. Selain itu, kerja sama ini mencerminkan pentingnya sinergi antara institusi pelayanan kesehatan dan lembaga pemerintah dalam mendukung perlindungan serta kesejahteraan calon pekerja migran Indonesia.
Sukmo menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berkontribusi terhadap perekonomian keluarga dan negara, mereka juga menjadi representasi Indonesia di negara tempat bekerja.
Oleh karena itu, menurutnya, kesiapan kesehatan calon pekerja migran perlu mendapatkan perhatian bersama. Pemeriksaan kesehatan tidak semata-mata menjadi persyaratan administratif sebelum keberangkatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan serta persiapan fisik dan mental calon pekerja migran. “Pekerja migran yang sehat merupakan modal penting untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan citra bangsa Indonesia di tingkat internasional,” katanya Selasa (20/10/2026).
Sukmo menjelaskan, Rumah Sakit Tria Dipa berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta perbaikan mutu pelayanan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pemeriksaan kesehatan yang akurat, cepat, nyaman, transparan, dan sesuai dengan standar serta ketentuan yang berlaku.
Ia juga menyampaikan harapan agar momentum kegiatan tersebut menjadi awal terbangunnya kemitraan strategis dan kerja sama jangka panjang antara Rumah Sakit Triadipa, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta perusahaan-perusahaan penempatan pekerja migran. “Rumah Sakit Tria Dipa membuka peluang kerja sama layanan MCU di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan calon pekerja migran Indonesia,” tegasnya.
Pemerintah Tekankan Profesionalisme Pekerja Migran
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BP3MI DKI Jakarta Kombes Pol Dr. Arman Muis, menekankan pentingnya membangun pola pikir bahwa pekerja migran Indonesia merupakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing.
Menurutnya, bekerja di luar negeri semestinya dipandang sebagai pilihan profesional yang didukung keterampilan, kapasitas, kemampuan berbahasa, sertifikasi, serta kesiapan fisik dan mental, bukan semata-mata sebagai jalan keluar karena terbatasnya kesempatan kerja di dalam negeri.
Ia juga menyoroti perkembangan kebutuhan pasar kerja internasional yang semakin kompetitif. Karena itu, calon pekerja migran perlu dipersiapkan agar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan atau pemberi kerja di negara tujuan. Kesiapan tersebut, menurutnya, perlu didukung proses pemeriksaan kesehatan dan psikologis yang memadai, serta pemenuhan persyaratan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Arman menegaskan bahwa kerja sama antara perusahaan penempatan dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu dijalankan secara profesional dan tetap berpedoman pada regulasi. Kemitraan bisnis tidak boleh mengesampingkan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Penguatan layanan kesehatan bagi calon pekerja migran membutuhkan koordinasi antara pemerintah, perusahaan penempatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan calon pekerja migran memperoleh pemeriksaan yang sesuai standar sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Melalui pengembangan layanan MCU, Rumah Sakit Tria Dipa berharap dapat menjadi salah satu mitra kesehatan yang profesional dan terpercaya bagi perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran proses penempatan, tetapi juga berkontribusi terhadap perlindungan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Dengan persiapan yang lebih baik, pekerja migran Indonesia diharapkan dapat berangkat dalam kondisi sehat, memiliki kompetensi yang sesuai, serta mampu bekerja secara produktif dan aman di negara tujuan. (*)







Komentar