oleh

Kemenkes-BKKBN Bertekad Perkuat Kemitraan Strategis Tingkatkan Ketahanan Keluarga

JAKARTA-Untuk memanfaatkan peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bertekad memperkuat kemitraan strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui integrasi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Termasuk kesehatan reproduksi, dengan program peningkatan ketahanan keluarga.”

Penegasan itu dikemukakan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/06/2024), menyongsong peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024, yang momentum puncak peringatannya akan berlangsung Sabtu, 29 Juni, di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menteri Budi Gunadi  mengatakan pada kemitraan ini Kementerian Kesehatan fokus untuk memastikan ketersediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi setiap keluarga sebagai institusi terkecil sumber kekuatan pembangunan bangsa.

Untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas, kata Menteri,  kemitraan ini dimulai dari skrining anemia pada remaja putri, edukasi dan pemeriksaan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, dan pengasuhan balita.

“Skrining anemia, konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, pemenuhan makanan bergizi, dan edukasi bagi calon pengantin penting untuk mencegah ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia, sehingga dapat mencegah stunting,” ujar Menteri.

Dalam pandangan menteri Budi Gunadi, pengasuhan balita dengan baik dan pemenuhan makanan bergizi juga penting agar anak berhasil tumbuh dan berkembang dengan optimal.

“Melalui kerja sama yang erat dan didukung partisipasi masyarakat, maka setiap keluarga Indonesia mampu menyadari pentingnya menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujarnya penuh harap.

Perkuat Program Bersama

Lebih jauh, Menkes mengatakan untuk memperkuat pelaksanaan program bersama pada 2025, Kementerian Kesehatan dan BKKBN akan mengembangkan inisiatif strategis. Termasuk integrasi dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan keluarga berencana sampai tingkat desa.

“Termasuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan risiko stunting,” tegas Menkes.

Hal yang juga menjadi penekanan Menkes adalah kampanye edukasi dan pelayanan kesehatan reproduksi. “Ini juga perlu diperkuat, yang dilakukan sejak usia remaja, calon pengantin, Pasangan Usia Subur (PUS), ibu hamil, bersalin, dan nifas.”

Selain itu, lanjut Menkes, penting pula peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Termasuk kader dan tim pendamping keluarga, melalui pelatihan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan dan evaluasi program.

Kolaborasi lintas sektor, menurut Menkes,  akan diperluas untuk mengoptimalkan sumber daya dan memastikan program menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga Indonesia sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Menyambut momentum peringatan Hari Keluarga Nasional, Menkes mengajak agar seluruh anak bangsa  memperkuat komitmen untuk membangun keluarga  berkualitas.

Menkes menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama bangsa. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor, kita dapat meningkatkan kualitas hidup setiap anggota keluarga, dan mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

“Jadikan momen Hari Keluarga Nasional ini sebagai kesempatan untuk merenungkan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan negara, serta bersama-sama berupaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkualitas, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menkes menutup keterangan tertulisnya.(*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *