PENAJAM PASER UTARA-Jelang peringatan HUT ke-79 RI 17 Agustus 2024 jalan tol dari Balikpapan menuju Ibukota Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sudah bisa difungsikan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H. Sumadilaga.
“Kementerian PUPR membangun tol yaitu sesi 3A, 3B dan 5A yang telah kita fungsionalkan satu jalur dengan masing-masing tiga lajur dan dua lajur yang digunakan untuk menuju IKN,” kata Danis, Jum’at.
Menurut Danis, perjalanan darat untuk sampai ke IKN dari Balikpapan kurang lebih dua setengah jam. Jika melalui tol baru, perjalanan darat dapat ditempuh dengan satu jam saja.
“Jika melalui jalan non tol dari Balikpapan ke IKN memerlukan dua setengah jam, sedangkan melalui tol fungsional sekitar satu jam, sehingga kita menghemat satu setengah jam,” tambah Danis.
Dalam rangka memastikan kesiapan dan keberhasilan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementrian PUPR dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang tergabung dalam Tim Komunikasi antar K/L melaksanakan kunjungan kerja bersama ke IKN, Kalimantan Timur. Kunjungan ini untuk dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi di lapangan.
Kunjungan kerja ini dilakukan ke beberapa lokasi yang disiapkan pemerintah seperti Plaza Seremoni, Kantor Presiden, dan Intake Sungai Sepaku. Dalam kunjungan ini rombongan meninjau fasilitas dan infrastruktur yang berkaitan dengan kesiapan lokasi upacara HUT RI ke-79 di IKN.
Berbagai progres perkembangan terkini pembangunan IKN diperlihatkan Danis, seperti kesiapan lapangan upacara, kantor presiden, dan infrastruktur air untuk mendukung kelancaran perayaan HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024.
“Di IKN sudah ada sumber air baku, selain itu ada sumber lain yaitu Bendungan Sepaku Semoi. Kapasitasnya secara teknis di Intake Sepaku adalah 3000 liter per detik. Sedangkan Bendungan Sepaku Semoi adalah 2.500 liter per detik,” ujar Danis. Untuk tahap satu sumber air baku yang akan digunakan bersumber dari Intake Sepaku.
“Air ini diproses melalui pengolahan air bersih di samping intake ini kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 16 km ke pusat pemerintahan dari sana didistribusikan ke setiap persil setiap Gedung yang menjadi air bersih yang digunakan di IKN,” katanya. (*/fs)







Komentar