oleh

Empat Perbedaan Aturan Sekarang dengan Sebelumnya Masa Pandemi Covid-19

POSKOTA.CO – Jumlah kasus harian terkonfirmasi positif mulai menurun dan jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh meningkat. Kini Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran No 7 tahun 2021 untuk memperketat mobilitas perjalanan dalam negeri dan pelaksanaan protokol kesehatan serta aturan khusus libur panjang Imlek yang berlaku efektif 9 Februari 2021.

Bahkan Satgas kini juga telah membolehkan warga negara asing (WNA) sesuai Surat Edaran Satgas No 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, ada empat perbedaan aturan sekarang dengan sebelumnya. Perbedaan pertama, adalah WNA sudah diperbolehkan masuk Indonesia.

Syarat merupakan pemegang visa dan izin tinggal sesuai Permenkumham No 26 Tahun 2020, pemegang izin sesuai skema ‘travel corridor arrangement’ dan WNA dengan pertimbangan atau izin khusus secara tertulis dari kementerian/lembaga.

Perbedaan kedua, lokasi isolasi bagi WNI dapat ditanggung oleh pemerintah di Wisma Atlet Pademangan atau biaya mandiri di hotel yang direkomendasikan Satgas Penanganan Covid-19. Dalam SK Satgas No 9 Tahun 2021, diatur WNI yang mampu mengajukan mekanisme isolasi dengan biaya ditanggung pemerintah, di antaranya pekerja migran Indonesia, pelajar atau mahasiswa, dan aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan perjalanan dinas internasional.

Ketiga, kewajiban karantina dikecualikan bagi WNA pemegang visa diplomatik dan dinas, terkait kunjungan resmi setingkat menteri ke atas dan WNA dengan skema ‘travel corridor arrangement’.

“Perlu ditekankan, mekanisme masuk wilayah NKRI bagi pihak yang dikecualikan ini, tidak menghilangkan kewajiban lain dalam melaksanakan protokol kesehatan lainnya,” kata Prof Wiku Adisasmito, Rabu (10/2/2021).

Perbedaan keempat, adanya imbauan karantina mandiri selama 14 hari setelah hasil tes ulang RT-PCR yang kedua, sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Sementara perjalanan domestik, setiap pengguna moda transportasi jarak jauh darat baik kereta api dan pribadi, menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes RT-PCR atau rapid antigen, atau GeNose tes yang diambil 1×24 jam sebelum keberangkatan. Seluruh pelaku perjalanan baik menggunakan moda transportasi umum atau pribadi wajib mengisi formulir eHAC (Health Alert Card) yang dapat diakses secara online.

“Apabila hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen ataupun tes GeNose negatif, namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melakukan perjalanan. Pelaku perjalanan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama hasil tunggu pemeriksaan,” ujarnya.

Menurut Wiku, aturan ini dibuat secara komprehensif oleh pemerintah dengan tujuan melindungi pelaku perjalanan dari bahaya penularan Covid-19. Masyarakat diimbau bijak dalam melakukan perjalanan dan protokol kesehatan wajib dilaksanakan sepanjang perjalanan.

Sesuai surat edaran ini, pimpinan kementerian/lembaga, TNI-Polri, BUMN, BUMD dan pemerintah daerah melarang ASN atau pegawai, prajurit TNI, anggota Polri melakukan perjalanan. Aturan baru ini selalu dievaluasi setiap dua pekan dan perubahannya disesuaikan dengan perkembangan pandemi Covid-19, sekaligus dapat mengurangi kebingungan masyarakat terkait kebijakan yang berlaku.

Untuk update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Kemenkes hingga Rabu (10/2/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

  • Pasien positif +8.776, jumlah total 1.183.555 orang.
  • Pasien sembuh +9.520, jumlah total 982.972 orang.
  • Pasien meninggal +191, jumlah total 32.167 orang.

Sedang update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Rabu 10 Februari 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah :

  • Pasien positif +3.309, jumlah total 303.715 orang.
  • Pasien meninggal +44, jumlah total 4.725 orang
  • Pasien sembuh +3.244, jumlah total 274.817 orang.
  • Pasien dirawat +1.519, jumlah total 7.497 orang.
  • Isolasi mandiri -1.498, jumlah total 16.676 orang.

Ditegaskan Prof Wiku Adisasmito, penambahan kasus positif dan pasien sembuh harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Memastikan prokes 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dilaksanakan dengan displin yang tinggi serta memaksimalkan tindakan 3T atau testing, tracing dan treatment. (omi)

 

 15 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *