oleh

Balai Bahasa Jawa Tengah Inisiasi Susun Kamus Budaya Jawa

POSKOTA.CO – Indonesia kaya akan budaya dan bahasa daerah. Kekayaan budaya tersebut menjadi asset besar bagi bangsa Indonesia untuk berbangga di mata dunia.

Tetapi, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan komunikasi, kosakata budaya asli milik bangsa Indonesia mulai tergerus. Generasi muda sudah tidak lagi mengenal kosakata budaya asli Indonesia tak terkecuali  Jawa, yang merupakan salah satu budaya besar di wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, KKLP Perkamusan dan Peristilahan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berinisiatif menyusun Kamus Budaya Jawa. Kebudayaan Jawa menyimpan banyak khazanah kosakata khusus dan dapat dimungkinkan menyumbang kosakata dalam KBBI. “Jawa Tengah yang dikenal sebagai salah satu “lumbung budaya” nasional,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dr Ganjar Harimansyah, dalam keterangan tertulisnya Minggu (24/10/2021).

Menurut Ganjar, penyusunan Kamus Budaya Jawa tersebut bertujuan antara lain menyajikan kosakata budaya Jawa sebab kosakata budaya Jawa belum semua tergali, melakukan upaya pengayaan kosakata budaya Jawa yang diharapkan dapat diusulkan menjadi bagian lema KBBI V, memasyarakatkan kembali kosakata budaya Jawa secara luas mengingat kosakata dan istilah budaya Jawa mulai tidak populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda serta belum adanya aplikasi Kamus Budaya Jawa yang memadai.

Adapun kegiatan inventarisasi Kosakata Budaya Jawa yang dilakukan tim penyusun Kamus Budaya Jawa  meliputi bidang maritim dan kenelayanan, bidang pertukangan dan arsitektur, bidang seni dan budaya Jawa (batik, tari, kerajinan tradisional, karawitan, kesenian rakyat), bidang pertanian, perkebunan, perhutanan, bidang peternakan dan pembudidayaan, bidang kesehatan dan pengobatan tradisional, serta bidang wisata alam dan kuliner tradisional Jawa.

Setelah melakukan inventarisasi kosakata, tim kemudian melakukan pelacakan data tertulis hasil inventarisasi untuk ditata dan disusun kembali dalam tabel secara rinci. Beberapa proses pelacakan data terdokumentasi pada kanal YouTube Balai Bahasa Jawa Tengah.

Tahap selanjutnya adalah penyusunan entri. Kosakata Budaya Jawa yang diperoleh dari sumber data disusun sedemikian rupa dilengkapi dengan penjelasan singkat dan kelas kata. Hal itu menjadi hal yang pertama kali dilakukan oleh tim. Dan tahap terakhir adalah penyusunan Kamus Budaya Budaya Jawa yang meliputi pekerjaan pembacaan ulang oleh semua tim kerja, revisi, dan perwajahan (bekerja sama dengan tim IT dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang).

 Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan Kamus Budaya Jawa 2021 adalah tersusunnya Kamus Budaya Jawa dalam bentuk aplikasi senarai yang dapat diunduh pada laman https://senaraiistilahjawa.kemdikbud.go.id/about.

Kegiatan lain Kantor Bahasa Jateng

Kantor Bahasa Provinsi Jawa Tengah tidak hanya menyusun Kamus Budaya Jawa. Lembaga tersebut sepanjang tahun 2021 juga memiliki beberapa program unggulan antara lain:

Pertama melakukan revitalisasi wayang Othok Obrul Selokromo, Wonosobo. Wayang Othok Obrul adalah salah satu budaya lokal yang keberadaannya sudah di ambang kepunahan.

Kedua, penerbitan majalah Swaratama. Menurut Ganjar, meski masih dikategorikan aman mengingat jumlah penuturnya banyak, tetapi Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang dalam kondisi rentan.

Ketiga adalah penerbitan jurnal Jalabahasa dan Alayasastra. Ganjar menyebut saat ini banyak akademisi maupun peneliti yang harus mempublikasikan karya ilmiahnya, sebagai syarat wajib kelulusan.

Keempat, pemilihan Duta Bahasa. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menjaring generasi muda yang memiliki kompetensi literasi digital serta kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia melalui Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2021. Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Kelima adalah layanan UKBI Adaptif bagi masyarakat. UKBI Adaptif dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan pelaksanaan ujinya dilakukan secara daring melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (KKLP UKBI).

Keenam adalah pendataan komunitas literasi. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, sebagai bagian dari  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang turut bergerak di bidang Literasi, khususnya pada masyarakat, merasakan perlu untuk mengadakan pendataan komunitas Literasi yang ada di Jawa Tengah.

Ketujuh adalah kegiatan penyuluhan Bahasa Indonesia. Kegiatan ini jelas Ganjar, secara rutin dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah demi peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia tenaga profesional dan calon tenaga profesional dalam hal ini adalah guru non-bahasa Indonesia di wilayah Jawa Tengah.

Kedelapan adalah layanan saksi ahli bahasa dan hukum. Menurut Ganjar, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang rentan oleh gangguan stabilitas dan hambatan pembangunan yang disebabkan oleh konflik sosial akibat persoalan bahasa.

Kesembilan, penyuluhan bahasa di bidang hukum. KKLP Bahasa dan hukum dibentuk bertujuan untuk menunjang tugas pokok dan fungsi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Kesepuluh, penerjemahan buku nomine prasidatama kategori sastra. Tujuan kegiatan adalah menerjemahkan buku nomine Prasidatama kategori sastra dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, atau sebaliknya dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.

Dan yang terakhir adalah penelitian komunitas sastra dan industri kreatif di Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Penelitian ini antara lain bertujuan mengungkap keberadaan komunitas sastra di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang mengarahkan kerja sastra ke industri kreatif sebagai alternatif penciptaan nilai ekonomi karya sastra sehingga mampu menghidupi komunitas bahkan personalnya,” tutup Ganjar. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *