JAKARTA–Dikarenakan perlu rawat jalan selama enam bulan, Alwi (38) dengan sabar mengantar sang anak berobat dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa ragu. Menyadari manfaat yang dirasakannya ini membuat Alwi memastikan seluruh anggota keluarganya sebagai peserta aktif JKN.
Tanpa ada ketersediaan obat yang kurang di rumah sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), Alwi meyakini kesembuhan sang anak yang menderita sakit paru dapat sembuh total dengan menjalani pengobatan sebagai peserta JKN.
“Bolak-balik rumah sakit selama enam bulan itu bukan waktu yang sebentar. Banyak waktu yang tersita. Namun untungnya dengan Program JKN, waktu yang termakan itu dapat dipangkas melalui alur pelayanan di rumah sakit rujukan menjadi lebih cepat.
Selama berkas sudah lengkap, semua prosesnya lebih mudah dan mempersingkat waktu. Pelayanan yang diberikan dari para petugas di rumah sakit juga sangat membantu percepat proses rawat jalan. Tanpa Program JKN, pasti saya sudah pusing menyelesaikan administrasinya, apalagi jika tidak mendapatkan panduan yang benar,” tutur Alwi salah seorang peserta JKN yang ditemui di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Barat, Senin (04/12/2023).
Menurut Alwi, dirinya tidak hanya menjalani proses rawat jalan yang cukup lama, tetapi juga pernah membawa sang anak untuk dilarikan secara darurat ke rumah sakit. Dengan suhu badan tinggi sang anak, keadaan menggigil, dan kondisi yang cukup mengkhawatirkan saat itu membuat Alwi cukup tenang dengan penanganan dari perawat di rumah sakit kala itu.
Hal ini menjadi focus dia dan istri dalam memastikan buah hati mereka berada ditangan yang tepat. Ia mengakui, tidak terbayang bila keluarganya tidak terlindungi dengan jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah ini.
“Arahan yang diberikan petugas kesehatan itu sangat jelas. Apalagi, dibantu dengan jawaban dari petugas BPJS Kesehatan di rumah sakit rujukan bila saya memiliki pertanyaan untuk memperjelas alur layanan. Mereka menangani dengan sigap dan dapat memprioritaskan pasien darurat. Semua keluhan yang saya berikan juga ditangani dengan benar dan jelas, sehingga saya tidak pernha ragu untuk menjalani proses pengobatan anak saya. Karena, kekhawatiran orang tua itu pasti sangat krusial bila anak sampai harus masuk melalui Unit Gawat Darurat (UGD). Penanganan yang tepat dan cepat itu sangat membantu menenangkan saya dan istri sebagai orang tua yang cukup khawatir kala itu,” ceritanya.
Semakin Percaya BPJS Kesehatan
Proses rawat jalan dan rawat inap yang telah dijalankan sang anak itu, membuat Alwi semakin percaya BPJS Kesehatan sebagai badan penjamin kesehatan keluarganya.
Apalagi, ketersediaan obat yang lengkap membuatnya menghilangkan rasa cemas bila sang anak mengalami penurunan kondisi. Analisa dokter yang jelas membuat ia dan istri tenang, mulai dari analisa setiap melakukan check up anak, cek kesehatan keseluruhan, obat-obatan yang diperlukan, vitamin penambah daya tahan tubuh anak, hingga rontgen yang diperlukan berdasarkan rujukan dokter juga ditanggung penuh oleh Program JKN.
“Sangat disayangkan apabila masih banyak orang yang belum terdaftar sebagai peserta aktif Program JKN. Saat ini biaya berobat cukup mahal, namun semua indikasi yang diberikan dokter dapat dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan. Adanya Program JKN ini sangat membantu, apalagi bagi masyarakat kecil. Saya harap dengan manfaat yang banyak ini, semua masyarakat dapat merasakannya bahkan hingga ke pelosok daerah. Semoga BPJS Kesehatan bisa terus memberikan kepuasan kepada para pesertanya, juga mutu pelayanan yang terus meningkat ini dapat bertahan dan bisa dirasakan semua orang yang membutuhkan,” tutup Alwi. (*/fs)







Komentar