oleh

Akses Internet BAKTI di Papua Mayoritas Digunakan untuk Sektor Pendidikan

POSKOTA.CO-Sebaran lokasi akses internet Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di Papua dan Papua Barat saat ini banyak digunakan untuk pendidikan, layanan kesehatan dan pemerintahan. Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Infrastruktur Lastmile dan Backhaul, Feriandi Mirza.

“Para pengguna internet di Papua dan Papua Barat  paling banyak masih disektor pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kantor pemerintahan,” katanya  dalam acara webinar bertajuk “Percepatan Pembangunan Akses Telekomunikasi di Papua, Sudah Sejauh Apa?, Rabu (08/12/2021).

Menurut Feriandi, tercatat bahwa sarana pendidikan menjadi penerima manfaat terbanyak internet dari BAKTI Kominfo, yakni 569 lokasi, diikuti pelayanan kesehatan sebanyak 358 lokasi, dan kantor pemerintahan sebanyak 236 lokasi.

Selanjutnya sarana pertahanan dan keamanan sebanyak 21 lokasi, tempat ibadah 15 lokasi, lokasi wisata 11 lokasi, pusat kegiatan masyarakat 10 lokasi, transportasi publik sembilan lokasi, dan pelayanan usaha tujuh lokasi.

BAKTI masih akan terus menambah lokasi baru akses internet di Papua dan Papua Barat pada tahun ini. Untuk tahap satu di Papua 517 lokasi dan di Papua Barat 159 lokasi, tahap dua di Papua 49 lokasi dan di Papua Barat 52 lokasi, tahap tiga di Papua 1.316 lokasi.

Penyediaan layanan internet untuk fasilitas publik menggunakan teknologi serat fiber, radio link, VSAT, dan WiFi merupakan salah satu program BAKTI dalam upaya memenuhi kebutuhan akses telekomunikasi untuk masyarakat.

Hingga kuartal kedua 2021, Bakti Kominfo telah menyediakan 11.589 lokasi akses internet eksisting di Indonesia, dengan Papua sebanyak 1.236 lokasi akses internet.

Selain itu Feriandi juga menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah membangun infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G di 5.204 lokasi di Papua dan Papua Barat pada 2021 dan 2022. Adapun untuk seluruh Indonesia, jumlahnya 7.904 lokasi.

Dari 7.904 lokasi tersebut, 5.204 lokasi berada di Papua dan Papua Barat, ini kurang lebih sekitar 65 persen. Dengan demikian maka  fokus atau prioritas pemerintah untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di Papua dan Papua Barat masih sangat tinggi hingga beberapa waktu mendatang. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *