oleh

Di Hotel Ada Yang Bergerak ‘ Maju Mundur’ Pak Kades Akhirnya Didemo Mundur

Tahta harta dan wanita, itulah godaan paling nyata di muka bumi. Ketika seseorang sudah memiliki tahta, pelan-pelan dia ngumpulin harta. Selanjutnya, apalagi kalau bukan wanita.

Menjadi kepala desa tentulah sebuah kebanggaan. Boleh dibilang, kepala desa adalah ‘ raja kecil’ di desanya. Karenanya tahta sang kepala desa menjadi sesuatu yang dihormati warga.

Parmin, rupanya adalah salah satu laki-laki yang mudah tergoda dengan wanita. Tahta sudah punya, sebagai kepala desa di Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Harta pastinya cukup. Istri juga sudah dimilikinya. Godaan terhadap wanita yang Parmin memang tak bisa hindari.

Mau tau gak siapa wanita yang diincar pak kades? Dia adalah Juminten, anggota BPD ( Badan Permusyawaratan Desa) setempat.

Antara kepala desa dengan BPD itu memang seharusnya bersinergi. Itu dipahami betul oleh Pak Kades Parmin. Cuma sinergi yang dibangun Parmin terhadap Juminten, bukan dalam kerangka kerja, tapi dalam kerangka asmara.

Gelagat Parmin yang menjadi pebinor ( perebut bini orang) sejatinya sudah diketahui Wanto, suami Juminten. Namun sebagai warga negara yang taat hukum, Parmin perlu bukti untuk mengungkap perselingkuhan sang istri dengan Pak Kades.

Jadi, diam- diam pada suatu hari  Wanto menguntit istrinya saat pergi dengan Pak Kades Parmin . Benar saja, mereka menuju hotel di kawasan Wonogiri. Sepulangnya dari hotel, keduanya ditangkap basah ( maklum pada habis keramas).

Suami Juminten dan juga warga rupanya tak melanjutkan kasus perselingkuhan itu ke ranah hukum. Namun ini ternyata membuat Parmin tak jera, hingga kemudian melanjutkan aksinya dengan wanita lain. Itu pula yang membuat warga geram hingga akhirnya menggeruduk kantor desa pada Rabu (16/12) kemarin untuk meminta Parmin mundur dari jabatannya sebagai kepala desa.

Ketika berdua-dua dengan Selingkuhannya, ada tarikan maju mundur yang dilakukan Parmin. Nah sekarang, Parmin sendiri yang harus mundur. ( agus suzana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *