oleh

Polwan Berselingkuh, Dilacak Suami melalui GPS

Sesama anggota polisi, tetapi pangkat istri lebih tinggi dari suami, membuat si istri bertindak ‘semau gue’. Dalam tugas kepolisian, bolehlah yunior lebih menghormati seniornya karena jiwa Corsa memang seperti itu. Tetapi dalam rumah tangga, suami tetaplah kepala keluarga, aturan terkait pangkat tak berlaku lagi.

Entah apa yang ada dibenak Brigadir Kepala (Bripka) Yanti, polwan cantik yang bertugas di Polres Pati, Jawa Tengah, bisa-bisanya berselingkuh dengan Aiptu Hadi. Apa karena lelaki selingkuhannya itu punya pangkat lebih tinggi? Jadi lebih gagah, gitu?

Pangkat boleh sama, tapi toh ‘pistol’ mereka juga sama. Bahkan boleh jadi ‘pistol’ Brigadir Lukman, sang suami, lebih kencang ‘tembakannya’  karena usianya jauh lebih muda dari sang Aiptu?

Tapi ya begitulah, yang namanya berselingkuh itu bagi para pelakunya memang terasa lebih indah. Jika peselingkuh berstatus sipil, ada istilah’ rumput tetangga lebih segar dari rumput di rumah sendiri. Akan tetapi di mata peselingkuh berstatus Polwan ini, ‘ pistol tetangga lebih mantap dari ‘pistol’ yang ada di rumah.

Rencana perselingkuhan itu sepertinya sudah dirancang cukup matang . Sebagai sesama anggota polisi, mereka tentunya cukup cerdas mengatur acara agar tak ketahuan siapa pun.

Tapi sang istri lupa atau tak tahu kalau mobil yang dia pakai untuk pergi dengan selingkuhannya itu oleh sang suami sudah dipasangi GPS ( global positioning System) atau alat pelacak posisi. Jadi ketika si istri pekan lalu

pamit ke suami ada tugas di kantornya di Polres Pati , sang suami dari rumah mengetahui kalau GPS pada mobil tersebut mengarah ke Semarang.

Curigalah sang suami tentu saja. Maka dilacak keberadaan mobil yang dibawa sang istri yang ternyata kemudian terparkir di sebuah hotel. Dengan meminta bantuan Propam Polres setempat, kamar hotel tersebut digeruduk. Benar saja, tak lama kemudian Bripka Yanti dan Aiptu Hadi keluar dari kamar hotel.

Sesuai Protap yang berlaku, oknum Polisi dan Polwan yang digrebek di Hotel Semarang telah diperiksa Polda Jateng dan sesuai yang dikatakan Kapolda Jateng,  Irjen Pol Ahmad Luthfi, dua oknum Polisi tersebut telah ditarik ke Polda.

Dan kembali sesuai Protap yang berlaku, pemberian sanksi kepada mereka melalui sidang, tidak bisa secara musyawarah.

Tunggu deh ya sanksinya nanti.(agus Suzana).

Catatan: demi kepentingan privasi, nama para pelaku dalam peristiwa ini sengaja disamarkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *