BOGOR – Hari pertama masuk kerja di lingkup Pemkot Bogor setelah cuti bersama Ramadan tahun ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan monitoring kehadiran aparatur sipil negara (ASN).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, Dani Rahardian mengatakan, hasil pendataan, tingkat kehadiran jumlah pegawai yang mencatatkan kehadiran hari pertama masuk kerja Ramadan Rabu (25/3/2026) pada aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) belum terkumpul dari semua dinas.
Bahkan laporan awal dari sejumlah dinas, masih dilakukan cross check ulang guna mendapat validasi yang akurat. “Maaf, ini sedang direkap dulu ya. Karena, BKPSDM juga sedang turun ke beberapa Dinas utk nge-cek langsung terkait absen. Jadi belum semua laporan terkumpul,” kata Deni.
Saat ditanya jumlah pegawai yang tidak mencatatkan kehadiran berapa orang atau berapa persen, termasuk yang tercatat cuti, Deni mengaku, belum semua laporan terkumpul. “Kami masih melaksanakan monitoring kehadiran hari pertama masuk kerja Ramadan 1447 H bagi ASN di lingkungan Pemkot Bogor,” kata Dani. Begitu juga saat ditanya, berapa jumlah pegawai yang tidak mencatatkan kehadiran tanpa alasan, ia meminta bersabar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait informasi tingkat kehadiran di hari pertama kerja yang hanya mencapai 90 persen membantah.
Menurut Denny, data yang ia dapat, hanya tiga persen ASN yang tidak masuk kerja. Bagi pegawai yang tidak masuk, mereka masih dalam masa cuti.
“Mana berani ASN nggak masuk. Ketat sekarang. Ngga berani dia,” katanya Rabu (25/3/2026). Adapun ASN yang belum masuk karena ada yang masih cuti dan sakit. Di Dinas Kominfo juga ada yang masih cuti,” pungkasnya. (yopy/jo)







Komentar