oleh

Wali Kota Depok  Ajak Warga Kurangi Penyedotan Air Tanah

POSKOTA.CO – Semakin berbahaya jumlah penduduk dan permukiman warga di Kota Depok terlebih di beberapa kawasan tentunya akan membawa dampak bagi ketersediaan air tanah sebagai salah satu kebutuhan setiap hari jika setiap hari disebut atau ambil tentunya akan mawar dampak penurunan permukaan tanah yang ada di Kota Depok.

“Antisipasi penurunan permukaan air tanah akibat penyedotan air oleh warga tentunya pemerintah kota (Pemkot) Depok sejak lama terlebih berdirinya PT Tirta Asasta Depok tahun 2013 terus memberikan pelayanan terbaik dengan memasang jaringan pipa air bersih ke sejumlah wilayah,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri didampingi Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) Muhammad Olik saat membuka seminar terkait ‘Bahaya Penggunaan Air Tanah Berlebih’  di Balairung Hotel Bumi Wiyata, Senin (12/9).

Kegiatan ini sangat penting sebagai salah satu menyosialisasikan dampak penggunaan air tanah berlebihan bagi lingkungan dengan sasaran masyarakat banyak untuk secara bertahap dan mulai sekarang untuk beralih dari menggunakan air tanah ke air permukaan sebagainsalah satu upaya menjaga kondisi tanah di Kota Depok.

Menurut dia, pemakaian atau penyedotan air tanah secara berlebih tentunya memiliki dampak yang buruk bagi penurunan permukaan tanah yang ada tentunya lama kelamaan air yang dikonsumsi selama ini melalui air tanah dapat berkurang sehingga akan timbul instruksi air laut ke dalam tanah di Kota Depok sebagai salah satu daerah penyangga ibukota negara.

Untuk itulah Pemkot Depok melalui PT Tirta Asasta Depok mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beralih beranggapan air bersih melalui jaringan pipa air yangbtelah terpasang disejumlah wilayah di Depok, imbuhnya terlebih masalah pelayanan administrasi dan lainnya dapat mudah diakses secara online.

Ditambahkan Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) Muhammad Olik, menambahkan kegiatan seminar yang dihadiri sejumlah pakar dan pemerhati antara lain Rachmat Fajar Lubis selaku Ketua Kelompok Riset Interaksi Air Tanah Pusat Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Bapak Taat Setiawan selaku Kepala Balai Konservasi Air Tanah, Bapak Syafrudin selaku Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda KLHK serta Ibu Mary Lizawati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok  mengambil tema ‘Bahaya Penggunaan Air Tanah Secara Berlebih’.

“Kita harus mencegah mulai dari sekarang. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tuturnya yang menambahkan sejak tahun 2013 pihaknya telah memasang puluhan jaringan. Pipa air bersih yang diperkirakan telah menjangkau sekitar 16 persen warga Kota Depok.

Dengan adanya suntikan dana penyertaan modal Rp 100 miliar/tahun dari Pemkot Depok tentunya akan terus dibangun instalasi baru, menganti pompa lama dan membangun jaringan baru untuk melayani masyarakat Depok. “Sekarang ini tinggal dua kecamatan yang belum tersangka air bersih yaitu Kec. Limo dan Cinere karena kualitas air tanahnya masih bagus namun ditargetkan tahun 2024 jaringan pipa air bersih sudah masuk ke wilayah tersebu,” ujarnya. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *