oleh

Sudah Dilaporkan Tak Diindahkan, Rumah Warga Rusak Akibat Pembangunan Hotel

POSKOTA.CO – Warga Pasar Baru, Sawah Besar kecewa berat terhadap pemerintah setempat. Pasalnya, warga di lingkungan Jalan Krekot Bunder I, meliputi RT 02, 03, 04 di RW 05, Pasar Baru, Sawah Besar, ini rumahnya rusak berat akibat dampak dari pembangunan Hotel Heef dengan ketinggian 8 lantai yang saat ini sedang dibangun di Jalan Samanhudi, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

“Sudah lapor keluhan warga yang rumah nya rusak akibat pembangunan Hotel Heef yang dikerjakan nonstop 24 jam ke pak Lurah dan Pak Camat. Tapi memble nggak direspon,” keluh Dizky (52) warga Pasar Baru, Kamis (2/9/2021) malam.

Padahal kata dia, dampak dari pembangunan yang dikerjakan nonstop 24 jam rumah warga rusak berat seperti tembok retak-retak dan atapnya hancur dan bolong.“Rumah pada retak dan bolong akibat pengerjaan pembangunan hotel itu,” ucapnya dengan nada kesal.

Kesal tidak digubris laporannya oleh Pemerintah setempat, warga akhirnya melayangkan surat ke Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat.

Sementara itu, Ketua Dekot Jakarta Pusat, Dede Sulaeman yang dipanggil akrab Om Delman membenarkan, bahwa warga di tiga RT di RW 05, Pasar Baru Jalan Krekot Bundar 1 persisnya dibelakang pembangunan Hotel Heef ini melaporkan ke kami terkait dengan pembangunan Hotel Heef terletak di Jalan Samanhudi, Pasar Baru yang diduga tidak memliki Amdal dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menyalahi aturan yang dikerjakan 24 jam. Sehingga mengganggu kenyamanan dilingkungan.

Berdasarkan laporan dari warga Pasar Baru yang dirugikan akibat pembangunan Hotel Heef tersebut, kata Om Delman, Dekot Jakarta Pusat sudah bersurat ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk menanyakan perizinannya apakah sudah sesuai memenuhi prosedur. “Dekot juga sudah bersurat ke Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat mengenai pengawasannya yaitu tindakan terhadap pembangunan hotel itu apa aja yang sudah dilakukan. Jika ditemukan pelanggar dan tidak sesuai IMB. Semestinya dibongkar,” tandasnya.

Mengetahui informasi tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Pusat, Bernard Tambunan memerintahkan Satpol PP untuk mengecek ke lokasi. “Besok dicek Satpol PP,” singkatnya melalui telepon. (van/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *