oleh

Sekda Kota Bogor Sambangi Bappeda untuk Membahas Revisi RTRW

POSKOTA.CO-Rapat Kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor,  ke berbagai OPD  kembali dilaksanakan. Kali ini giliran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  yang didatangi yang berlokasi di Jalan Kapten Muslihat.

Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi mengatakan, Bappeda fokus pada tiga hal, yakni APBD, Tata Ruang dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

Pada 2020-2021 ini, Bappeda sudah mempunyai sembilan agenda besar. Sebut saja revisi RPJMD 2019-2024, Revisi Perda RTRW, rencana induk ketahanan keluarga, kajian batas wilayah, kajian penataan stasiun Bogor.

“Bogor berkebun, koordinasi bedah kampung, konvergensi stunting, Musrenbang dan penyusunan RKPD 2022,” ujar Hanafi.

Di tempat yang sama, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, ada dua hal yang ia amati dari kepemimpinan Bima-Dedie, yakni keinginan untuk membangun perubahan Kota Bogor dan keinginan memberikan pelayanan ke masyarakat.

Tak ayal, PR yang harus segera diselesaikan yakni Revisi Perda RTRW. Mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak bisa berbuat apa-apa jika Revisi Perda RTRW belum disahkan.

Pasalnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bogor akan menurun jika tidak ada pembangunan baru. Sementara para investor juga menunggu Revisi Perda RTRW selesai.

“RTRW mutlak kita kebut. Kalau sudah selesai sosialisasikan ke investor dan pengembangan perumahan, karena dengan adanya pembangunan, ada ekonomi yang masuk. Kalau sudah ada pembangunan infrastruktur atau fisik PDRB akan meningkat dan pendapatan meningkat,”kata Syarifah.

Syarifah menuturkan, selain memikirkan RTRW, juga harus bersama-sama memikirkan pembangunan pusat-pusat ekonomi baru atau wilayah pembangunan baru.

Kota Bogor ini, tengah kotanya menjadi kota heritage yang tidak boleh dirubah, karena ada nilai sejarah. Pusat ekonomi atau pembangunan baru bisa disebar di wilayah lainnya yang memiliki potensi.

“Di Surya Kencana sudah ada Pecinan, nanti katanya akan ada Kampung Arab, ini bisa jadi wisata baru. Anak-anak muda Kota Bogor ingin kotanya berubah. Kita sudah ada julukan Heritage City, Smart City, Green City, City of Runner, kota ramah keluarga dan yang terbaru dari IPB Science City. Ini ekonomi yang bisa dibangun, walaupun di Covid-19 tidak banyak yang bisa dilakukan, tapi harus dipersiapkan dari sekarang,” ungkap Syarifah.

Sekda menambahkan, sebagai kota yang hidup dari jasa dan perdagangan, Pemkot Bogor dituntut untuk bisa mendatangkan wisatawan. Kalau hanya mengharapkan dengan benah kampung namun tanpa akses yang memadai Kota Bogor akan ketinggalan dengan destinasi wisata di Kabupaten Bogor.

“Jadi kita h arus buat yang lebih spesifik, buat paket-paket wisata. Kami prediksi 2021 wisatawan ke Kota Bogor 7,7 juta jumlahnya memang lebih kecil dari sebelum Covid-19 yang mencapai 9 juta wisatawan,” pungkasnya. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *