oleh

Ratusan Pelanggar Terjaring Opstibmask di Tanah Abang

POSKOTA.CO – Gelar razia masker di delapan lokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebanyak ratusan pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat kembali terjaring saat petugas Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tanah Abang menggelar Operasi Tertib Masker (Opstibmask), Sabtu (6/2/2021).

Totalnya ada 131 pelanggar yang lalai memakai masker. Para pelanggar ini setelah didata petugas Opstibmask merupakan masyarakat umum dari daerah Bogor, Bekasi dan Depok ini di antaranya, emak-emak yang belajar di pasar. Selain itu, pelanggar lainnya seperti pengendara motor, pengemudi ojek online (ojol), pedagang, sopir Bajaj dan angkutan umum, serta karyawan pertokoan dan lain-lain.

“Waduh, ada razia masker lagi. Dikirain Satpol PP pada liburan hari Sabtu ini. Apes lagi aja dah, bakalan disuruh ngosek sampah lagi,” ujar salah satu pelanggar sambil cengar-cengir saat terjaring petugas Opstibmask di lokasi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) Kecamatan Tanah Abang Budi Salamun saat dikonfirmasi POSKOTA.CO mengaku, kegiatan Opstibmask tetap dilaksanakan meskipun pada hari libur.

Lanjut Budi Salamun menambahkan, dalam kegiatan Opstibmask hari ini saja petugas gabungan Kecamatan Tanah Abang menjaring 131 pelanggar di delapan lokasi antara lain, di Jalan Fachrudin Jatibaru Raya Kampung Bali, Jalan KH Mas Mansyur Kebon Kacang, Jalan Lontar Raya Kebon Melati, Jati Pinggir RW 03 Petamburan, Jalan Karet Pasar Baru Barat VII Karet Tengsin, Jalan Administrasi Negara I Bendungan Hilir (Benhil), Jalan Palmerah Barat Gelora, dan Jalan Kebon Jati Kolong Blok G Kampung Bali.

“Totalnya ada 131 pelanggar yang terjaring antara lain, 127 disanksi hukuman kerja sosial membersihkan sampah selama 60 menit secara bergantian mengenakan rompi pelanggar PSBB. Sedangkan, empat pelanggar disanksi membayar denda administrasi yang dibayarkan langsung melalui Bank DKI,” ungkap Budi Salamun.

Dijelaskan Budi Salamun, para pelanggar yang terjaring seperti pengendara motor, pengemudi ojek online (ojol), pedagang, sopir Bajaj dan angkutan umum, serta karyawan pertokoan dan lain-lain selalu ngeles dengan alasan masker lupa dan ketinggalan.

“Alasan para pelanggar ini seperti biasa tidak memakai masker karena lupa dan ketinggalan di rumah seperti, emak-emak berambut pirang yang belajar di pasar itu,” tukasnya sambil geleng-geleng kepala.

Ada juga pelanggar lainnya, sambung Budi Salamun, yaitu pengendara motor, pengemudi ojek online (ojol), pedagang maupun karyawan pertokoan yang merupakan masyarakat umum dari daerah dan DKI Jakarta yang terjaring Opstibmask.

“Mereka seringkali lalai seperti memakai masker di bawah mulut dan dagu,” jelas Budi. (van)

 

 15 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *