oleh

Ratusan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Lakukan Rapid Test, di Antaranya Positif Corona

POSKOTA.CO – sebanyak 144 jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk yang diisolasi sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Corona dilakukan rapid test kedua, Jumat (3/4/2020). Hasilnya ada jemaah yang ditemukan positif Corona.

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi menyebutkan ada 31 jemaah masjid dievakuasi ke rumah sakit darurat penanganan virus Corona di Wisma Atlet Kemayoran.

ke-31 jemaah diangkut menggunakan bus ke Wisma Atlet, di mana prosesnya memperhatikan protokol kesehatan didampingi petugas medis.

“Mereka dipindah ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina,” ujar Wali Kota.

Sebelumnya, selama menjalani isolasi di masjid tersebut kondisi rata-rata jemaah baik. Hanya ada lima orang yang mengeluhkan sakit.

Untuk memastikan lebih lanjut, pasien yang barus saja ditemukan positif melalui metode rapid test akan menjalani swab test.

Rustam mengatakan, Pemkot Jakarta Barat masih terus membujuk jemaah yang tersisa agar mau menjalani karantina di Wisma Atlet. Menurutnya hingga kini ada 70 jemaah yang telah dievakuasi.

“Kami masih terus membujuk mereka,” ucapnya.

Sebelumnya, 183 jemaah menjalani isolasi sejak akhir Maret. Mereka diisolasi karena terdapat tiga jemaah yang positif saat mengikuti acara di masjid.

Berawal dari ziarah Kompleks Masjid Jami Kebon Jeruk merupakan lokasi cagar budaya dan tempat ziarah bagi umat Islam.

Selain warga Jakarta, ada juga warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah yang melakukan ziarah ke tempat tersebut.

“Masjid itu sudah sejak zaman dahulu, tempat orang berkunjung dan berziarah. Bukan dari Indonesia, termasuk dari ASEAN, bahkan Timur Tengah,” ujar walikota.

Selain itu, jemaah dan pemuka agama di sana juga kerap melakukan tablig dalam masjid. Sehingga, beberapa dari mereka ada yang bermukim di area masjid tersebut dalam waktu cukup lama.

“Jumlah jemaah foreign yang transit di Masjid Jami Kebon Jeruk, sebanyak 78 orang; terdiri dari India 48 orang, Bangladesh 10 orang, Sri Lanka 4 orang, Thailand 10 orang, Palestina lima orang, dan Pakistan satu orang,” kata Rustam. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *