JAKARTA– Sebanyak 80 orang mengikuti pelatihan Satpam di Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi). Para peserta itu berasal dari enam kecamatan di wilayah Jakarta Utara.
Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, pelatihan satpam ini dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah.
“Angka pengangguran di Jakarta saat ini sekitar 338.000 atau 6,18 % berdasarkan data di bulan Februari 2025. Untuk itu Disnaker terus melakukan upaya untuk mengurangi angka pengangguran di Jakarta,”ujarnya Kamis, (21/8)
Pelatihan ini sebagai bentuk pelayanan Pemerintah DKI Jakarta kepada masyarakat. Salah satunya melalui program pelatihan satpam untuk warga agar lebih mudah meraih peluang bekerja.
Nantinya para peserta pelatihan dapat disalurkan bekerja pada perusahaan-perusahaan industri seperti manufakturing dan lainnya.
“Kita punya satu mekanisme penempatan seperti perusahaan industri manufakturing, jasa hingga pariwisata. Inilah kesempatan bagi warga karena bukan saja dilatih tapi kami juga monitoring dan menyalurkanya,” beber Syaripudin.
Sementara itu Asisten Ekbang, Wawan Budi Rohman mengucapkan terima kasih atas program perangkat dinasnya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Jakarta Utara.
“Kami ucapkan terima kasih. Bahwa untuk memperluas kesempatan warga dalam merebut pasar tenaga kerja, perlu pembekalan pelatihan ini membuka peluang bekerja. Dan pelatihan-pelatihan yang lain juga dapat membuka peluang usaha dan mandiri,” ujar Wawan didampingi Dewan Kota Jakarta Utara, Iwan Setiawan.
Ia berharap warga Jakarta Utara terus semangat ikuti apa program-proram yang disiapkan pemerintah DKI Jakarta.
“Kami juga berharap kalangan dunia usaha dapat membuka diri dengan dapat merekrut tenaga kerja dari warga yang telah melalui proses pelatihan seperti ini. Tentu ini kami harapkan guna peningkatan ekonomi masyarakat dan Jakarta yang lebih baik serta sejahtera,” jelasnya.
Sedangkan Kasudin Nakertransgi Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti menyebutkan, pelatihan Satpam ini merupakan angkatan kedua berlangsung selama 15 hari diikuti 80 peserta.
“Selama pelatihan warga akan dilatih fisik, mental, disiplin dan kecakapan. Kami bekerjasama juga dengan kepolisian Polda metro jaya agar peserta menjadi tenaga kerja yang profesional,” ujar Noviar Dinaryanti.
Ia mengaku semua fasilitas selama pelatihan dan atribut satuan pengamanan (Satpam) disiapkan pemerintah DKI Jakarta dan dapat diberikan kepada peserta secara gratis.
“Pakaian dan atribut Satpam lainnya kami berikan pada peserta gratis. Karenanya kami berharap peserta dapat sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan ini karena peluang pekerjaan siap menanti,” imbuhnya. (Wandhy)







Komentar