oleh

Polda Metro Siagakan 9.236 Personel Gabungan Antisipasi Aksi Buruh

POSKOTA.CO-Polda Metro Jaya secara tegas tidak memberikan izin kepada para buruh untuk menggelar aksinya. Namun para buruh tetap mrnggelar aksi demo ke DPR RI sebagai bentuk penolakan atas pengesahan omnibus law.

Selain itu, Polda Metro Jaya menyiagakan 9.236 personel gabungan untuk mengantisipasi adanya demo para buruh. “Sebanyak 9.236 personel disiagakan, Polri 7.559 personel, TNI sebanyak 1.490 personel dan Pemda serta Jasamarga 297 personel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (6/10/2020).

Para buruh juga diimbau tidak turun ke jalan guna mencegah munculnya klaster baru Corona. Sebagai langkah preventif, para personel gabungan nantinya akan melakukan patroli di titik-titik berkumpul para serikat buruh.

Polisi akan meminta buruh untuk mengurungkan aksi mereka menggelar aksi demo di DPR. “Kita sudah lakukan imbauan sebagai preemtif dan preventif kita lakukan patroli. Kami minta pulang mereka semua,” ujar Yusri

Rrncananya Serikat Pekerja sepakat untuk melakukan aksi mogok nasional sebagai bentuk penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja. Mogok nasional rencananya dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai 6 Oktober dan diakhiri pada 8 Oktober 2020 saat sidang paripurna.

Mogok nasional disebut akan diikuti kurang-lebih 2 juta buruh dari ribuan perusahaan yang tersebar di 25 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Mogok nasional ini dilakukan sebagai bentuk protes buruh terhadap UU Cipta Kerja yang dinilai lebih menguntungkan pengusaha.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *