JAKARTA – Guna memastikan keakuratan data kependudukan warga pulau, Sudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Dinas Dukcapil DKI menyambangi pulau terluar paling utara pada Jumat (8/5). Lokasi yang dimaksud adalah Pulau Sabira atau yang dikenal sebagai ‘Jaga Utara’.
Pulau terluar di DKI Jakarta yang berbatasan langsung dengan laut Lampung tidak lepas dari pantauan Dukcapil dalam segi tertib administrasi kependudukan (Adminduk). “Hari ini kami hadir di tengah-tengah warga Pulau Sabira dalam rangka monitoring serta sosialisasi pentingnya Adminduk, khususnya bagi warga Kepulauan Seribu termasuk Pulau Sabira,” kata Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto.
Literasi pentingnya Adminduk serta database perlu disampaikan kepada masyarakat dimulai sejak bangku sekolah, karena kepemilikan identitas kependudukan merupakan dasar atas layanan lainnya. Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dalam pelaksanaan program Dukcapil Guru Tamu.
“Kami memastikan tidak ada lagi warga Kepulauan Seribu yang tidak memiliki identitas kependudukan termasuk dokumen kependudukan serta produk Dukcapil lainnya. Karena kesejahteraan dan kemajuan atas suatu wilayah harus dimulai dari hak sipil bagi warga negara,” terang Denny.
Pulau dengan luas sekitar 8,82 hektar masuk dalam kelurahan Harapan dengan jumlah penduduk 2.890 jiwa, Kecamatan Seribu Utara (17.702 jiwa). Pulau Sabira terdiri dari 1 rukun warga (RW) dan 4 rukun tetangga (RT) dengan jumlah penduduk sebanyak 642 jiwa, yang di dominasi atas penduduk pendatang dari keturunan Bugis Bone sejak tahun 1975.
Mercusuar Noord Wachter (Noord Watcher) dengan tinggi 48,5 meter dan terdiri dari 210 anak tangga merupakan ikon yang telah ada sejak kolonial Belanda tahun 1869. Selain terdapat ikan-ikan laut terbaik, Sabira terkenal dengan penghasil ikan asin selarnya, karena posisi perairan yang dalam dan sangat jernih.
Pulau yang terkenal dengan perairan yang jernih sehingga menjadi primadona untuk memancing, diving dan snorkeling juga memiliki sekolah khusus satu atap (SD-SMPN 02). Pada kesempatan ini juga, Dukcapil melaksanakan program ‘Dukcapil Guru Tamu’ yang bertujuan memberikan pengetahuan dasar (tingkat SMP) akan pentingnya identitas kependudukan serta manfaat atas tertib adminduk.
Kepala Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu Raditya Wirawan menambahkan selain mengunjungi Pulau Sabira, rombongan juga berkunjung ke Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Pramuka. Petugas melakukan monitoring dalam rangka pantauan kesiapan Dukcapil di masing-masing loket layanan dalam memberikan pelayanan prima kepada warga kepulauan,” ujar Raditya.
Data kependudukan menjadi basis bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan atau data driven policy. Sebagaimana amanah UU 2/2006 tentang Adminduk dan perubahannya UU 24/2013 yaitu penduduk wajib melaporkan peristiwa kependudukan (pindah/datang) dan peristiwa penting (kelahiran, kematian, perkawinan) ke Dinas Dukcapil sesuai domisili, dengan tujuan memberikan pengakuan status hukum dan data akurat.
Bagi warga yang butuh informasi lebih lanjut dapat mengunjungi kanal resmi informasi, media sosial resmi Dukcapil @dukcapiljakarta, Pesan Whatsapp ‘WA DJawara’ pada nomor 0812-120-120-31 atau call center 1500-031. (jo)







Komentar