oleh

Perjalanan Sekitar Jabodetabek tak Perlu Rapid Test Antigen

POSKOTA.CO – Perjalanan sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tak memerlukan surat keterangan hasil rapid test antigen. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Surat edaran yang ditandatangi Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo ini menjelaskan perjalanan darat baik menggunakan kendaraan pribadi maupun umum di Jabodetabek tak perlu menunjukkan surat hasil rapid test antigen.
“Transportasi darat, baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan (Jabodetabek) tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat perjalanan,” demikian bunyi SE seperti dikutip Minggu (20/12/2020).

Tak hanya perjalanan sekitar Jabodetabek, dalam SE itu juga tak mewajibkan pelaku perjalanan laut antarpulau atau antarpelabuhan sekitar Pulau Jawa untuk menunjukkan surat hasil rapid test antigen.

“Perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat perjalanan,” bunyi SE.

Dengan diterbitkannya SE ini, maka Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Kebiasaan Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Begitu juga dengan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Kebiasaan Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) juga tidak berlaku.

“Surat Edaran (Nomor 3 Tahun 2020) ini berlaku sejak tanggal ditetapkan (19 Desember 2020) sampai dengan tanggal 8 Januari 2021, dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan situasi,” demikian bunyi SE tersebut.(oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *