DEPOK – Warga yang melintas di Jalan Sawangan persis di SeCawan 2 Depok menilai perbaikan trotoar sepanjang 100 meter yang longsor atau ambrol sejak Januari 2026 hingga kini belum terealisasi alias hanya Omon Omon saja.
“Buktinya Pemkot Depok menyatakan siap diperbaiki awal Agustus 2026 tapi sampai saat ini belum ada tanda tanda diperbaiki, ” kata Rahmat, warga Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kamis (15/10).
Kalau ngak punya dana jangan janji dong, ujarnya sambil menambahkan karena trotoar tersebut sangat membantu bagi jalan kalau dibiarkan begitu saja tentunya bakal amblas saat musim hujan mendatang. “Karena, proyek perbaikan trotoar SeCawan 2 tersebut, menggunakan anggaran dana BTT,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jari Pandawa, Gita Kurniawan, mengatakan bahwa ambrolnya trotoar kali cabang tengah atau secawan yang dimaksud tidak bisa semata-mata karena faktor alam. Sebab, faktor utama adalah kelalaian pada konsultan perencanaan dan kontraktor pelaksana.
Bahkan pihaknya, yakin tidak ada test sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. “Jadi, kalau memang seperti itu kejadiannya, artinya kontraktor pelaksana tersebut abai, gegabah dan serampangan dalam bekerja,” ujarnya.
Kalau soal test sudah dikerjakan terlebih dahulu, dalam kondisi banjirpun bangunan trotoar tetap kuat. Soil test tsb sangat penting dilakukan lebih dahulu untuk menentukan daya dukung tanah demi mengetahui seberapa besar beban struktur/bangunan yg mampu di topang oleh tanah,” imbuhnya.
Bahwa soal test juga berfungsi untuk memilih jenis pondasi yang tepat, aman dan efisien serta membantu menentukan apakah bangunan membutuhkan pondasi dangkal (tapak) atau pondasi dalam (tiang pancang/bor pile).
“Gunanya juga mencegah kegagalan struktur untuk menghindari resiko bangunan miring, retak atau ambles akibat tanah labil, ” katanya. (anton/fs)







Komentar