oleh

Pemprov DKI Izinkan Tempat Wisata Dibuka Kembali Masa PSBB Transisi

POSKOTA.CO–Pemperintah Provinsi (Pemptov) DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi dalam penanganan Covid-19. Kepeutusan ini berlaku mulai Senin 12 Oktober sampai 25 Oktober 2020

Atas pemberlakukan PSBB transusi ini, beberapa sektor usaha pun kembali diperbolehkan beroperasi. Namun para pengelola dan pemilik tempat usaha tetap diwajibkan penerapan standar protokol kesehatan yang ketat.

Dalam keputusannya Anies Baswedan mengijinkan beroperasi kembali sektor perkantoran atau tempat kerja. Perusahaan yang esensi diperbolehkan dengan kapasitas sesuai kebutuhan.

Di luar sektor itu hanya diizinkan dengan kapasitas 50 persen karyawan. Sektor industri, perdagangan, koperasi dan UMKM juga diizinkan beroperasi seperti, pabrik, pasar rakyat, mal, perdagangan, pertokoan, dan UKM.

Semua jenis usaha itu diperbolehkan langsung dibuka. Sektor pariwisata, seperti restoran, cafe dan tempat makan juga diizinkan di buka hingga pelayanan makan di tempat.

Begiu juga yempat rekreasi seperti Ancol, Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pun akan kembali dibuka pada esok hari, setelah diterapkan PSBB masa transisi.

Penerapan protokol kesehatan dalam pembukaan taman rekreasi itu antara lain, maksimal 25% kapasitas, pembelian tiket wajib secara daring, pembatasan usia pengunjung untuk usia di bawah 9 tahun dan di atas 60 tahun dilarang masuk.

Namun Pemprov DKI juga memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung wahana dan transportasi keliling. Adapun operasional taman rekreasi di Ibu Kota itu akan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB pagi hingga 17.00 WIB.

Untuk usaha salon atau barbershop dengan aturan, maksimal 50% kapasitas (termasuk pengunjung dan antrian). Pelayanan perawatan muka dan pijat ditiadakan, jarak antar kursi min 1,5 meter, pelanggan mendaftar secara daring, pelayan/Hair Stylist memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Untuk.usaha wisata air, maksimal 25% kapasitas, mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada setiap wahana. Mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada kegiatan yang dilaksanakan di dalam air.

Produksi Audio/Visual (film, tayangan televisi, klip musik, iklan, dll), dilarang menimbulkan kerumunan dan pelayanan makanan dilarang dalam bentuk prasmanan. Untuk sektor ini perlu mengajukan persetujuan teknis.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *