oleh

Mohammad Idris: Jawaban kepada Orang yang Emosional, Lebih Baik Diam

POSKOTA.CO – Pesta demokrasi khususnya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 yang tengah memasuki kampanye para pasangan calon (paslon) tentunya membuat sedikit suasana politik sedikit memanas terlebih dari kalangan kader, simpatisan maupun pendukung namun tentunya tetap harus dityerima dengan santun dan lapang dada.

“Saya mengajak seluruh warga Kota Depok yang tengah memasuki masa kampanye Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang untuk tetap tenang, kompak dan rukun walaupun ada perbedaan pilihan atau mendukung salah satu paslon tetap harus santun,” kata Mohammad Idris, calon wali kota Depok nomor urut 2 saat dialog dengan warga, simpatisan dan pendukung di markas Ma’mun Pratama ketua PAC PPP di Sawangan, Depok, Kamis (15/10/2020).

Kekompakan dan berpolitik santun tentunya sangat dibutuhkan masyarakat Kota Depok yang memiliki aneka ragam suku, adat, budaya dan agama. Suhu politik boleh memanas namun kita harus menanggapi dengan jiwa dan nurani yang dingin serta bersih dari prasangka buruk karena kita semua bersaudara.

Menurut Idris, berpolitik santun itu bukan berarti kalah atau mengalah, namun mengalah lebih baik apabila ada seseorang mengatakan kepada kita dengan emosional tinggi dengan ketidaktahuan permasalahan lebih baik diam. Ya sebaik baiknya jawaban kepada orang tersebut adalah diam.

Masyarakat Kota Depok kini semakin pandai dan pintar untuk melihat mana yang realistis atau sesuai dengan kemampuan menyabarkan program yang sesuai visi dan misi serta mudah diterima masyarakat tanpa mengubar janji muluk muluk yang tidak realistis seperti melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan empat tahun sebelumnya serta menambah sarana kesehatan seperti rumah sakit daerah di wilayah timur, serta meningkatkan UMKM di masyarakat.

“Saya yakin masyarakat Kota Depok lebih mengerti dan memahami visi dan misi yang disampaikan dalam kampanye menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Memang masih ada beberapa yang perlu dilakukan perbaikan untuk lima tahun ke depan seperti sarana jalan, angkutan, pendidikan serta kesehatan maupun lapangan pekerjaan,” tuturnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *