oleh

Kombes Sambodo: Ojol, Kita Prioritaskan Lewat di Penyekatan PPKM Darurat

POSKOTA.CO – Para pengemudi ojek online (ojol) kini bisa bernafas lega. Ditlantas Polda Metro Jaya membebaskan ojol melewati titik penyekatan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Untuk ojol telah diprioritaskan petugas yang melakukan penjagaan di setiap titik penyekatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Namun, mereka harus menunjukkan aplikasi kepada petugas di titik penyekatan untuk mengantar pesanan. “Ojol boleh lewat boleh, ya kita prioritaskanlah. Di masa pandemi orang kan stay at home. Jadi untuk mengurus paket, makanan dan segala macam otomatis mereka menggunakan ojek online,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Sabtu (17/7).

Seluruh personel di lapangan menurut Kombes Sambodo sudah dipaikan untuk ojol diprioritaskan. Saya tekankan lagi, untuk ojek online kita prioritaskan melewati titik-titik penyekatan,” tegas Kombes Sambodo.

Dijelaskan, meski para ojol belum punya surat tanda registrasi pekerja (STRP), kalau memang mereka benar-benar ojol cukup menunjukkan bahwa dia mitra, ada aplikasinya dan lainnya pasti dipersilakan lewat. “Bisa, jam berapa saja bisa, yang penting dia mengantarkan makanan, jemput orang dan sebagainya. Tunjukkan saja aplikasinya,” tutur Kombes Sambodo.

Namun Sambodo mengaku pihaknya tidak bisa melakukan pengecekan satu per satu terhadap ojol, terutama mereka yang menggunakan atributnya. “Memang perlu diwaspadai juga, karena atribut Gojek, Grab, ini mohon maaf saya nyebut merek, itu kan dijual bebas. Kami tidak mungkin mengecek satu-satu, ribuan orang yang menggunakan atribut tersebut, apakah dia betul-betul mitranya. Atau hanya pura pura jadi ojol yang penting pakai jaket untuk bisa lolos dari penyekatan,” ungkap Kombes Sambodo.

Pihaknya lanjut Sambodo Purnomo Yogo meminta kerja sama dari pihak aplikator untuk bisa menertibkan penjualan atribut ojol. Artinya, khusus orang-orang yang menjadi mitra saja yang bisa membeli atribut tersebut.

Jika harus diperketat penjualannya karena personel di lapangan tidak mungkin ngecek satu per satu. “Jumlahnya ribuan, kita hanya melihat dari atributnya saja, walaupun mungkin random sampling bisa, ya,” ujarnya.

Dirlantas Kombes Sambodo berharap kerja sama yang baik dengan pihak Grab mau pun Gojek. Ketika di penyekatan pastikan terjadi antrean panjang karena harus periksa satu per satu. “Dimohon kesabarannya dan kerja sama yang baik sehingga sama-sama bisa melaksanakan tugas masing-masing. “Teman-teman ojol juga bisa menjalankan tugasnya,” imbuh Sambodo. (Omi/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *