POSKOTA.CO – Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Administrasi Jakarta Utara, Budi Sulistiono memperkenalkan program Kwarcab yakni “Sedekah Sampah” yang telah diluncurkan oleh Walikota pekan lalu di Gedung Kwarcab Jakarta Utara, Jalan Kebantenan Cilincing.
“Bersyukur saya bisa memperkenalkan kegiatan sedekah sampah yang telah diluncurkan oleh Bapak Walikota Jakarta Utara, semoga kegiatan ini akan membawa berkah kita semua, saya juga mengapresiasi kepada Kepala Sudin Pendidikan I dan II yang menyelenggarakan Webinar Gen-Ci –Ber (Generasi Cinta Kebersihan) Kamis (10/3/22),” kata Ketua Kwarcab Pramuka Jakarta Utara, Budi Sulistiono .
Ini merupakan sebuah kolaborasi yang sangat baik antara Sudin Pendidikan Wilayah I dan II yang melibatkan para kepala Sekolah, komunitas pendidikan dan berbagai stake holder termasuk Kwarcab Gerakan Pramuka Jakarta Utara yang menyampaikan materi Bersedekah dengan Sampah di Kwarcab Pramuka Jakarta Utara, tutur Budi Sulistiono dalam webinarnya yang saat itu diikuti oleh 741 orang.
“Masalah sampah merupakan masalah kita semua yang setiap hari yang harus di selesaikan, ini merupakan PR (pekerjaan rumah) kita semua dan perlu solusi, salah satu solusinya yakni dengan bersedekah sampah setiap hari atau ditentukan waktunya yang khusus untuk sedekah sampah,” terangnya.
Bantu Pemerintah
Bersedekah sampah salah satu solusi dalam menangani sampah yang setiap harinya kita semua memprosuksi sampah dengan tujuan mengurangi sampah dari sumbernya, secara tidak langsung kita membantu pemerintah dalam masalah sampah dan membantu Kwarcab yang hasilnya untuk kegiatan sosial,” katanya.
Ketua Kwarcab juga mengajak peserta webinar untuk memulai merubah budaya penyebutan yang membersihkan sampah, membereskan dan memilah sampah kita panggil “petugas mulia pengumpul sedekah” .
“Salah satu tujuannya yakni untuk pembiasaan perubahan perilaku peduli terhadap lingkungan yang bersih, tertata dengan baik dan gemar bersedekah,” ucapnya.
Bukan rahasia umum, semua orang sudah tahu bahwa sampah botol plastik bekas air dalam kemasan bisa dijadikan karya seni seperti gapura, bangku atau kursi mebel, dan masih banyak lagi yang bisa dibuat, tentunya ini akan ada nilai ekonomi papar Budi.
Ka sudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Utara, Sri Rahayu Asih Subekti mengatakan setiap sekolah di wilayah I diharapkan bisa melakukan pemilahan sampah organik dan non organik dan mengolah dalam 3 R( Reuse,Recycle dan reduce), Kegiatan Webinar Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dengan aksi Gen-ci-ber diharapkan dapat menambah wawasan para stake holder sekolah.
Sedangkan Ka Sudin Pendidikan Wilayah II kota Administrasi Jakarta Utara Purwanto berharap para peserta webinar Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dengan aksi Gen-ci-ber dapat mengaktualisasikan di sekolahnya masing – masing, semoga menjadi sekolah yang sehat. (Aji/bw)







Komentar