POSKOTA. CO – Tsunami melanda Kabupaten Bogor setelah Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK Rabu (27/4/2022) dinihari.
Tertangkapnya Bupati Ade Yasin di Pendopo Bupati didalam komplek Pemkab Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong ini, setelah tim KPK lebih dulu menangkap sejumlah kepala dinas dan sekretaris dinas serta pegawai BPK Jawa Barat.
Penangkapan Bupati Ade Yasin oleh lembaga anti rasuah ini merupakan Bupati Bogor kedua yang ditangkap KPK setelah sebelumnya kakak kandungnya Rachmat Yasin juga tersangkut kasus suap.
Rachmat Yasin yang sempat menikmati udara bebas pasca menjalani putusan kasus pertama kurang dari sebulan, lalu ditangkap lagi untuk kasus korupsi grtifikasi dan pemberian mobil mewah dari pengusaha.
Ketika Rachmat Yasin akan menyelesaikan masa hukumannya yang tinggal dua bulan lagi, adik kandungnya yang sekarang menjabat Bupati Bogor, Ade Yasin malah kena OTT KKP.
Ade Yasin ditangkap KPK malam tadi, sedangkan sang kakak, Rachmat Yasin ditangkap pada 7 Mei 2014 silam.
Rachmat Yasin merupakan Bupati Bogor yang menjabat selama dua periode. Di periode keduanya, ia tersangkut kasus korupsi.
Catatan Poskota. Co, pada periode kedua, yakni tahun 2013-2018, KPK menangkap RY, panggilan akrab Rachmat Yasin terkait pengusutan izin Rancangan Umum Tata Ruang di Bogor, Puncak, dan Cianjur.
Tim KPK ketika itu menjemput Rachmat di kediamannya yang berada di Jalan Wijaya Kusumah Nomor 103, Kompleks Taman Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Dalam kasus tersebut, Rachmat mendapatkan vonis hukuman penjara selama 5,5 tahun.
Tak kapok, ia kembali terjerat kasus lagi yakni terkait gratifikasi setelah keluar dari penjara.
Majelis hakim lantas menjatuhkan vonis 2 tahun 8 bulan penjara terhadapnya pada 22 Maret 2021.
Selain itu, Rachmat juga wajib membayar denda senilai Rp200 juta.
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, Bupati Bogor Ade Yasin terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
Ali menjelaskan OTT KPK tersebut berlangsung pada Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4/2022) pagi tadi.
Dalam OTT tersebut, KPK turut meringkus beberapa pihak dari BPK Perwakilan Jabar dan juga pihak lainnya serta uang tunai yang belum dihitung jumlah pastinya.
“OTT tersebut terkait adanya kasus dugaan suap,” kata Ali.
OTT Bupati Ade Yasin membuat masyatakat Kabupaten Bogor kaget. Tidak hanya itu, agenda Ade Yasin yang akan bertemu Dubes Hongaria di Citeko, Puncak, Cisarua, Bogor batal.
Mulyadi, pengamat politik meminta, KPK juga menelusuri adanya permainan di bidang tambang yang yang beroperasi di Kabupaten Bogor. (yopi)








Komentar