TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMK Negeri 4 Kota Tangerang dan SMK Yuppentek 1, Selasa (26/5/2026). Peninjauan dilakukan bersama Wakil Wali Kota Tangerang Maryono untuk memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan lancar, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Andra menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten terus mematangkan program sekolah gratis sebagai solusi memenuhi kebutuhan pendidikan di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Menurutnya, program tersebut menjadi alternatif agar anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan lanjutan sambil menunggu pembangunan ruang kelas baru dan unit sekolah baru.
“Saat ini, program sekolah gratis telah mencakup 801 sekolah di seluruh Banten. Pemprov Banten juga akan terus melakukan evaluasi melalui pembaruan nota kesepahaman (MoU) dengan sekolah-sekolah yang terlibat dalam program tersebut,” kata Andra Soni, Selasa (25/5/2026).
Andra mengatakan, evaluasi difokuskan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan kesejahteraan guru, perbaikan sarana dan prasarana sekolah, serta kepatuhan sekolah terhadap aturan pelaksanaan program. Pada tahun kedua pelaksanaan, program akan menyasar siswa kelas 10 dan 11 serta menyediakan kuota bagi 10 ribu siswa Madrasah Aliyah di Banten secara bertahap.
“Sekolah peserta program dilarang memungut biaya apa pun, mulai dari biaya pendaftaran, SPP, uang pangkal, uang semester, biaya ujian hingga pengambilan rapor. Dinas Pendidikan melalui Kantor Cabang Dinas disebut telah diinstruksikan memperketat pengawasan dan membuka posko pengaduan apabila ditemukan pungutan liar,” tegasnya.
Sementara itu, Maryono menilai penerapan sistem digitalisasi dalam pelaksanaan SPMB menjadi langkah positif untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Menurutnya, sistem digital membuat proses pendaftaran lebih praktis dan transparan bagi siswa maupun orang tua.
“Secara umum berjalan baik, tertib, dan masyarakat juga semakin dimudahkan dengan sistem yang sudah terdigitalisasi,” ujar Maryono.
Selain meninjau pelaksanaan SPMB, rombongan juga memantau program makanan bergizi gratis bagi siswa.
Maryono mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu mendukung kesehatan dan semangat belajar pelajar serta sejalan dengan upaya memperluas akses pendidikan berkualitas menuju generasi unggul Indonesia Emas 2045. (*/imam)







Komentar