oleh

Festival Rawa Belong 2025, Pj Gubernur Teguh dan Pramono Anung Beli Seekor Bandeng Seharga Rp6 Juta

JAKARTA – Dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Pemprov Daerah Khusus Jakarta (DKJ) menggelar Festival Bandeng Rawa Belong 2025 di Jalan Sulaiman, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kegiatan tersebut  berlangsung meriah karena dibuka Pj Gubernur Teguh Setyabudi dan dihadiri Gubernur dan Wagub Terpilih yakni Pramono dan Rano Karno.

Festival ini digelar dalam rangka merayakan tahun baru Imlek sekaligus menjadi bagian dari agenda menyongsong lima abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang. Selain ada Teguh, acara juga dihadiri   Pramono Anung dan Rano Karno, serta tiga mantan Gubernur Jakarta yakni  Sutiyoso, Fauzi Bowo, dan Djarot Syaiful Hidayat. Para tokoh Jakarta tersebut tampak asyik berdialog sambil bercanda dengan masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan Festival Bandeng Rawa Belong 2025. Tradisi ini sudah berlangsung cukup lama dan rutin, namun untuk tahun ini ada sesuatu yang berbeda, yaitu kita adakan dalam acara yang relatif lebih besar dalam rangka menyongsong lima abad Kota Jakarta,” kata Teguh pada acara yang dimeriahkan berbagai panggung hiburan tradisional maupun modern.

Teguh mengapresiasi kehadiran tokoh-tokoh penting  yang turut meramaikan Festival Bandeng Rawa Belong 2025. “Festival terasa luar biasa karena dihadiri Cagub dan Cawagub Pramono-Rano serta tiga mantan gubernur.  Kehadiran para tokoh ini menjadi cerminan dari toleransi, keberagaman, kebersamaan, dan kehormatan terhadap budaya di Jakarta,” tandas Teguh.

Teguh menjelaskan bahwa masyarakat Betawi sangat menghargai budaya dan tradisi Nganter Bandeng. “Warga Tionghoa bersama warga Betawi lainnya saling bersilaturahmi dengan mengantarkan masakan ikan bandeng kepada saudara-saudaranya menjelang perayaan Tahun Baru Imlek,” imbuh Teguh.

Adapun Festival Bandeng Rawa Belong 2025 diikuti oleh 32 pedagang ikan bandeng di Jakarta. Kegiatan ini dihadirkan untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah melalui kegiatan budaya dan kuliner, serta mendukung pelaku usaha lokal dalam memperkenalkan produk ikan bandeng.

“Festival ini merupakan bukti nyata peran masyarakat, khususnya warga Rawa Belong, dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, kegiatan ini memiliki nilai penting bagi sejarah kuliner dan perdagangan masyarakat betawi. Saya berharap, festival ini akan terus berlanjut ke depannya,” jelasnya.

Bagi masyarakat Betawi, lanjut Teguh, ikan bandeng dimaknai sebagai lambang kesuksesan, rezeki, dan kemakmuran. “Ikan bandeng juga sering dijadikan hidangan utama atau hadiah pada acara-acara besar, seperti selamatan, pernikahan, dan hajatan,” bebernya.

Pada kegiatan tersebut diadakan juga lelang dua ikan bandeng dengan berat masing-masing sekitar 8 kilogram. Lelang tersebut  dimenangkan oleh Teguh dan Gubernur DKI Jakarta Terpilih Pramono Anung dengan harga seekornya   Rp 6 juta. “Semoga Festival Bandeng Rawa Belong 2025 ini dapat menjadi momentum kebangkitan kuliner lokal dan meningkatkan kebanggaan terhadap budaya kita. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung produk lokal, mencintai kuliner khas, dan bersama-sama menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *