JAKARTA – Ribuan pejabat eselon III dan IV terdiri dari pejabat administrator, pengawas, ketua sub kelompok sebanyak 686 pejabat dan fungsional 523 pejabat serta kepala sekolah sebanyak 673 pejabat di lingkungan Pemprov Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dilantik secara massal tahap ke dua oleh Gubernur DKJ Pramono Anung Wibowo di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan pada, Rabu (19/11/2025) kemarin.
Gubernur Pramono kepada Wartawan menerangkan, pelantikan massal tahap ke dua ini ini adalah bagian dari penyegaran organisasi sehingga roda Pemerintahan berjalan lebih efektif, responsif, dan adaptif terhadap tantangan yang semakin dinamis.
“Jadi ini pelantikan tahap kedua yang menjadi bagian dari agenda penataan dan penguatan birokrasi di lingkungan Pemprov DKJ. Jabatan yang menjadi amanah ini menuntut komitmen kuat, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Jakarta,” jelas Mas Pram panggilan akrab Gubenur Pramono.
Oleh karena itu, Mas Pram wanti-wanti dan mengingatkan kepada anak buahnya yang baru dilantik, bahwa Pemprov DKJ akan terus menyediakan ruang pengembangan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Saya menekankan kembali pentingnya semangat jaga Jakarta agar menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan pelayanan publik,” imbuhnya.
Lanjut Mas Pram menjelaskan, untuk seluruh posisi jabatan struktural di Pemprov dipastikan sudah terisi penuh. “Ini menunjukkan bahwa Pemerintah DKJ serius mengisi seluruh pejabat yang kosong. Memang sempat lama terjadi kekosongan, dan saat ini seluruhnya sudah terisi dan bisa bekerja secara maksimal,” paparnya.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budi mengaku pelantikan massal yang telah mengisi jabatan yang sebelumnya kosong bertahun-tahun ini diharapakan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Jakarta.
“Jangan lagi beralasan kurang SDM untuk melayani warga masyarakat. Karena saat ini jabatan yang kosong sudah terisi seluruhnya. Publik berharap pelayanan publik tidak lagi lamban dan lelet,” kritiknya. (van)







Komentar