oleh

Dukung 100 Hari Kerja Pramono, Kali Grogol di Pondok Labu Dikeruk Sudin SDA Jaksel Angkut Lumpur 5 Ribu Kubik

JAKARTA – Atas perintah Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung pengerukan belasan sungai di Ibukota dilakukan secara masif dalam rangka antisipasi banjir sekaligus program 100 hari kerja Gubernur. Salah satu kegiatan pengerukan dan normalisasi turap dilakukan secara serius adalah di ruas Kali Grogol di Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (28/2).

Pengerukan lumpur kali di samping RS Mayapada tersebut dilakukan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan bawah kendali Kasudin Santo dan diarahkan mantan Koordinator Waduk DR Ir R. H. Heryanto, SH, MH. “Pengerukan ini selain menindaklanjuti perintah Gubernur Jakarta sekaligus mengantisipasi banjir dari air  kali yang sering meluap, terutama setelah terjadi hujan lebat.  Tentunya warga sangat mendukung kegiatan ini karena mereka sudah menunggu lama normalisasi Kali Grogol,” kata Walikota Jakarta Selatan Munjirin saat meninjau lokasi.

Munjirin menjelaskan pengerukan Kali Grogol untuk mengembalikan fungsi aliran sungai yang tersendat sejak tujuh tahun lalu. “Sudah bertahun-tahun ruas sungai ini tak pernah dikeruk sehingga lumpurnya sudah nyaris menyumbat sepenuhnya aliran sungai. “Kedangkalan air yang saat ini cuma sedalam 80 CM akan dikembalikan menjadi minimal dua meteran dengan lebar sepuluh meter,” kata Munjirin didampingi Camat Cilandak Djaharuddin.

Untuk tahap awal ini, pengerukan ditargetkan berlangsung selama satu bulan yang mana program ini merupakan bagian dari 100 hari pertama kerja Gubernur dan Wagub. “Saya harap pekerjaan tidak molor dari target. Kita bersama warga juga membersihkan tali-tali air lewar kerja bakti. Jika normalisasi sungai sudah selesai, saya mengimbau warga turut menjaga kebersihan. Jangan buang sampah di sungai,” tandasnya.

Kasudin SDA Jakarta Selatan Santo menambahkan ruas kali yang dikerjakan panjangnya totalnya sekitar 8 kilometer. “Kami mengerahkan dua alat berat, dua ekskavator ampibi, dan sepuluh truk. Pada pengerukan ini targetnya mengangkat lumpur sebanyak 5 ribu meter kubik. Sesuai arahan dari Dinas SDA, lumpur dari sini dibuang ke kawasan pantai di Ancol, Jakarta Utara.  Di sana tempat pembuangan lumpur  sudah disediakan di lokasi masing-masing sehingga tidak berebut dengan SKPD lainnya,” jelas Santo.

Adapun sejumlah pohon besar yang berdiri di atas lahan bantaran maupun badan sungai, lanjut Santo, akan dikordinasikan dengan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut). “Normalisasi di sini akan signifikan mengurangi banjir terutama di kawasan Jl H. Izin dan sekitarnya, termasuk wilayah Pondok Labu,” jelas Santo.
Kordinator Waduk (2013-2017 Heryanto menambahkan dirinya turut memberikan arahan teknis pengerukan untuk percepatan dan efektivitas pengerukan. “Jika kedalaman dan lebar sungai dikembalikan seperti semula, aliran air akan lancar kembali sehingga tidak lagi meluap ke sekitarnya,” kata Heryanto mantan ‘Komandan Penertiban’ Waduk Pluit dan sejumlah sungai di Jakarta. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *