Pengerukan lumpur kali di samping RS Mayapada tersebut dilakukan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan bawah kendali Kasudin Santo dan diarahkan mantan Koordinator Waduk DR Ir R. H. Heryanto, SH, MH. “Pengerukan ini selain menindaklanjuti perintah Gubernur Jakarta sekaligus mengantisipasi banjir dari air kali yang sering meluap, terutama setelah terjadi hujan lebat. Tentunya warga sangat mendukung kegiatan ini karena mereka sudah menunggu lama normalisasi Kali Grogol,” kata Walikota Jakarta Selatan Munjirin saat meninjau lokasi.
Munjirin menjelaskan pengerukan Kali Grogol untuk mengembalikan fungsi aliran sungai yang tersendat sejak tujuh tahun lalu. “Sudah bertahun-tahun ruas sungai ini tak pernah dikeruk sehingga lumpurnya sudah nyaris menyumbat sepenuhnya aliran sungai. “Kedangkalan air yang saat ini cuma sedalam 80 CM akan dikembalikan menjadi minimal dua meteran dengan lebar sepuluh meter,” kata Munjirin didampingi Camat Cilandak Djaharuddin.
Untuk tahap awal ini, pengerukan ditargetkan berlangsung selama satu bulan yang mana program ini merupakan bagian dari 100 hari pertama kerja Gubernur dan Wagub. “Saya harap pekerjaan tidak molor dari target. Kita bersama warga juga membersihkan tali-tali air lewar kerja bakti. Jika normalisasi sungai sudah selesai, saya mengimbau warga turut menjaga kebersihan. Jangan buang sampah di sungai,” tandasnya.
Kasudin SDA Jakarta Selatan Santo menambahkan ruas kali yang dikerjakan panjangnya totalnya sekitar 8 kilometer. “Kami mengerahkan dua alat berat, dua ekskavator ampibi, dan sepuluh truk. Pada pengerukan ini targetnya mengangkat lumpur sebanyak 5 ribu meter kubik. Sesuai arahan dari Dinas SDA, lumpur dari sini dibuang ke kawasan pantai di Ancol, Jakarta Utara. Di sana tempat pembuangan lumpur sudah disediakan di lokasi masing-masing sehingga tidak berebut dengan SKPD lainnya,” jelas Santo.







Komentar