DEPOK – Ratusan kader dan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok menggeruduk Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menuntut dan meminta mengusut tuntas dugaan kecurangan yang dilakukan oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Tapos, Sawangan dan Sukmajaya.
“PKS meminta ketegasan dan profesionalitas KPU Kota Depok menyikapi temuan tersebut. Kecurangan yang mereka dapatkan adalah perbedaan suara pada C1 dengan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan,” kata Ketua DPD PKS Kota Depok Imam Budi Hartono didampingi Wakil Sekretaris Umum DPD PKS Kota Depok, Ustad Arfian, Rabu (6/3).
Dugaan temuan kecurangan yang dilakukan di tingkat PPK dan dibantu oknum komisioner KPU Kota Depok dengan memanfaatkan surat suara tidak sah menimbulkan penggelembungan suara pada partai politik tertentu.
Saat orasi dihadapan ratusan kader PKS ditegaskannya, oknum KPU maupun PPK harus diambil tindakan tegas tentunya setelah surat laporan terkait kecurangan ditindak lanjuti KPU Depok termasuk ke DKPP dan Bawaslu.
“Ingat! Kami punya salinan C1 untuk 5570 TPS se-Kota Depok pada Pemilu 2024. Jangan main-main sama PKS,” ujarnya yang menambahkan kita datang ke kantor KPU Depok Jalan Margonda Raya bukan menilai menang atau kalah dalam Pemilu 2024 ini tapi ingin memastilan suara rakuat harusndikawal tanpa ada kecurangan atau penggelembungan suara yang dilakukan secara ilegal.
Sementara itu, Ketua KPU Depok, Willi Sumarlin dan jajaran komisioner KPU yang menerima perwakilan kader dan relawan PKS, mengatakan pihaknya menerima surat laporan tersebut serta akan menindak lanjuti secara cepat. (anton)
teks foto:
Kondisi aksi geruduk ke kantor KPU Depok di jakan Margonda Raya oleh kader dan relawan PKS Kota Depok. (istimewa)







Komentar