JAKARTA – Pemprov Daerah Khusus Jakarta (DKJ) terus berupaya mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) menggalakkan kegiatan vaksinasi, surveilance, dan deteksi dini terhadap hewan yang terindikasi terpapar PMK.
Kepala Dinas KPKP Jakarta Suharini Eliawati menjelaskan pihaknya sudah melakukannya pemberian vaksin sebanyak 1.063 dosis kepada hewan ternak mulai 29 Desember 2024 sampai 3 Januari 2025 di berbagai wilayah Jakarta. “Kami akan terus menggalakkan vaksinasi di sejumlah pangkalan hewan ternak lainnya,” kata Eli di Jakarta, Kamis (23/1).
Menurutnya penularan PMK disebabkan oleh virus dan sangat cepat menular pada hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi yang dapat berdampak menurunkan produksi ternak. “Virus ini banyak terdapat dalam darah, air liur, serta jeroan hewan baik sapi, kambing, domba, dan babi yang sakit,” jelas Eli.
Secara terpisah, Ketua DPRD DKJ Khoirudin mendukung langkah Dinas KPKP Jakarta dalam mencegah penularan PMK pada hewan ternak. Upaya yang dilakukan untuk mencegah PMK di antaranya melalui vaksinasi, peningkatan surveilans hingga deteksi dini pada hewan ternak yang terindikasi terpapar PMK. “Dinas terkait perlu ada kerja cepat dan jangan sampai mewabah. Ada deteksi dini dan sebagainya,” ujarnya, di gedung DPRD DKI Jakarta.
Khoirudin mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke petugas jika hewan ternaknya mengalami gejala infeksi supaya langkah penanganan bisa dilakukan dengan cepat. “Dinas KPKP agar selalu siap siaga dan mempersiapkan upaya antisipatif supaya penyakit ini tidak menyebar luas. Apalagi PMK bisa terjadi setiap saat. Saya juga berharap SKPD terkait waspada terhadap kesehatan hewan dan manusia,” tandasnya. (jo)








Komentar