oleh

BULOG DKI Jakarta dan Banten Catatkan Pengadaan Beras 70 Ribu Ton

JAKARTA-Perum BULOG Kanwil DKI Jakarta dan Banten mencatatkan kinerja positif dalam penyerapan gabah/beras petani. Realisasi pengadaan per 4 Juni 2026 mencapai angka 70.370 ton setara beras, atau sekitar 101,54 % dari target. Capaian ini merupakan komitmen Perum BULOG, khususnya Kanwil DKI Jakarta dan Banten, untuk mengoptimalkan penyerapan produksi dalam negeri guna mendukung penguatan ketahan pangan nasional.

“Capaian ini adalah bentuk komitmen (BULOG) dalam penyerapan hasil panen petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Taufan Akib, Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil DKI Jakarta dan Banten di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Taufan menjelaskan, bahwa keberhasilan penyerapan gabah/beras ini adalah hasil kerja sama dan dukungan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan-penggilingan padi, dan tentunya petani. Kebijakan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering petani sebesar Rp6.500 per kilogram, menurutnya, menjadi salah satu instrumen yang efektif dalam memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani di seluruh wilayah untuk terus berproduksi.

Secara nasional, Perum BULOG mencatatkan realisasi penyerapan gabah dan beras produksi sebesar 3,033 juta ton setara beras, atau sekitar 75,8% dari target pengadaan 4 juta ton. Angka realisasi ini menjadi catatan monumental dalam pengadaan pangan nasional yang dicapai dalam waktu kurang dari enam bulan. BULOG optimis, dengan musim tanam dan panen yang masih berlangsung, target 4 juta ton mungkin tercapai sebelum akhir tahun.

Keberhasilan penyerapan berdampak positif pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ketersediaan stok CBP yang cukup, menjadi jaminan dalam mendukung kebutuhan pemerintah, baik untuk menjaga stabilitas harga maupun dalam pelaksanaan program bantuan pangan. Kecukupan stok CBP juga menjadi salah satu mitigasi dalam menghadapi terjadinya bencana, gejolak geopolitik, dan hal-hal lain yang berdampak pada stabilisasi pasokan dan harga di masyarakat. Dengan kecukupan stok

pangan, menjadi landasan kesiapan negara menuju swasembada pangan, dalam menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Capaian ini, selain menunjukkan keberpihakan negara kepada petani, juga menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan swasembada pangan, dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujar Taufan. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *