oleh

Antisipasi Lonjakan Harga, BULOG DKI Jakarta dan Banten Siapkan Strategi Pendistribusian Pangan

JAKARTA-BULOG DKI Jakarta dan Banten melakukan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi adanya indikasi lonjakan harga bahan pangan. Dalam rilis yang diterbitkan, Pemimpin BULOG Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Taufan Akib menjelaskan langkah-langkah strategis ini diambil untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat, terkait kecukupan kebutuhan bahan pangan pokok, imbas dari adanya indikasi kenaikan harga di pasar.

“Ada tiga langkah strategis yang akan kami (BULOG) lakukan. Pertama, pendistribusian beras medium dan premium ke toko-toko binaan, percepatan penyaluran Bantuan Pangan, dan pendistribusian Minyakkita,” kata Taufan.

BULOG DKI Jakarta dan Banten mendistribusikan beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Saluran distribusi difokuskan ke toko-toko binaan, seperti koperasi, rumah pangan kita, outlet binaan instansi pemerintah, pengecer di pasar dan juga ritel modern. Saat ini ada 375 titik saluran binaan yang tersebar di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Banten, termasuk saluran dalam pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM).

Berdasarkan penuturan Taufan, selain beras medium, BULOG DKI Jakarta dan Banten juga mendistribusikan beras kualitas premium. Pendistribusian beras premium masif dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaan GPM, seperti yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2026 di GOR Kalisari, Jakarta Timur “Hari ini, kami mendistribusikan beras SPHP dan beras premium ke toko binaan di Pasar Kramat Jati dan Pasar Senen, diantaranya Toko Beras Global, Toko Beras Sinar Family, Toko Beras Solo Makmur dan Toko Beras Suci,” tambahnya.

Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) dengan sistem serentak dan optimalisasi penyaluran di hari Sabtu, di beberapa kecamatan terus dilakukan. Target penyaluran Banpang wilayah DKI Jakarta dan Banten selesai sekitar minggu ke-2 atau ke-3 Juni, menjadi strategi tersendiri untuk menekan potensi kenaikan harga.

Penyaluran Banpang Capai 78,66 Persen

“Sampai dengan 6 Juni (kemarin), realisasi penyaluran Banpang di wilayah kerja BULOG DKI Jakarta dan Banten sudah mencapai 78,66%. Sudah tersalurkan ke 1.592.420 PBP dari target penyaluran 2.024.376 PBP,” tambahnya.

Capaian realisasi penyaluran Banpang yang cukup tinggi, menjadi stimulus positif stabilisasi harga di pasar. Dengan penyaluran 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per PBP, untuk 2 alokasi penyaluran, berdampak pada ketercukupan kebutuhan konsumsi rumah tangga penerima, yang mampu meredam kenaikan permintaan di pasar.

Pendistribusian minyak goreng Minyakita juga terus dilakukan ke pasar-pasar dalam jaringan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) dan toko-toko binaan di pasar tradisional non SP2KP. Harapannya, pendistribusian Minyakkita, baik melalui pasar SP2KP dan toko binaan di pasar tradisional non SP2KP, dapat menjadi penyeimbang ketersediaan stok di pasar, sehingga menjamin keterjangkauan harga dan pasokan bagi masyarakat.

“Langkah-langkah ini perlu kami lakukan, untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya beras dan minyak aman, tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan pemerintah,” tutup Taufan. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *