oleh

Bima Arya: Banjir di Jakarta Bukan Kiriman dari Bogor

POSKOTA.CO – Walikota Bogor, Bima Arya banyak masalah yang bisa menjadi permasalahan di aliran Sungai Ciliwung.

Permasalahan ini diketahui Bima, setelah pada Bulan November tahun 2020 lalu, dirinya melakukan penyisiran dengan perahu karet di Sungai Ciliwung.

Permasalahan yang ditemukan ini, masih menjadi momok banjir di Jakarta. Atas temuan beberapa masalah ini, Bima mengaku,  dirinya memberikan rekomendasi ke Pemprov DKI Jakarta, namun hingga saat ini belum ditanggapi.

Bima memastikan, jika banjir yang terjadi dalam dua hari terakhir diakibatkan volume air dari Jakarta yang tinggi.

Sekadar mengingatkan kembali,  saat peringatan Hari Ciliwung November 2020 kemarin, Bima Arya bersama tim melakukan ekspedisi mengarungi 70 kilometer dari Sukaresmi, Kota Bogor hingga Pintu Air Manggarai, Jakarta.

Selama perjalanan dua hari dengan perahu karet itu, Bima mengaku menemukan 34 titik permasalahan Ciliwung. Mulai dari penyempitan sungai, limbah, hingga bangunan liar.

Atas temuan dan fakta di lapangan ini, orang nomor satu di Balaikota Bogor ini menegaskan, jika banjir yang kerap melanda Jakarta, bukan hanya kiriman air dari Bogor atau Puncak.

Akan tetapi masalah DAS (daerah aliran sungai) hulu ke hilirnya. Surat akhirnya di layangkan ke Gubernur Anis Baswedan, namun hingga tahun berganti, belum ada respon.

“Usai ekspedisi, temuan itu langsung saya sampaikan ke Pak Gubernur DKI melalui surat. Temuan kami dari ekspedisi yang seharusnya jadi perhatian bersama, hingga kini belum dijawab,” kata Bima, Minggu (21/2/2021) kepada wartawan.

Menurut pandangan Bima, banjir Jakarta itu bisa diatasi dengan pembenahan DAS. Penanganannya juga tidak bisa dilakukan secara parsial dan tidak bisa juga dikerjakan secara mendadak pada saat musim penghujan.

“Harus terintegrasi dari hulu hingga hilir, itu persoalannya. Harus ditangani bersama-sama,” kata Bima.

Terkait banjir yang terjadi beberapa hari terakhir, lanjutnya, disebabkan juga oleh luapan air yang berasal dari Jakarta ketika hujan dengan intensitas tinggi tiba.

Kata Bima, dalam dua hari terakhir, status tinggi muka air (TMA) Ciliwung di Katulampa dalam posisi normal di 50 Cm hingga Siaga 3 antara 80-150 Cm.

“Biasanya banjir yang benar-benar kiriman dari hulu Bogor posisi status berada di Siaga 1 atau lebih dari 200 Cm. Berati banjir Jakarta saat ini, disebabkan volume air di Jakarta sendiri yang tinggi. Bogor,” tegas Bima. (yopi/fs)

 66 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *