oleh

Berantakan dan Semrawut, PKL dan Parkir Liar Dibiarkan Bertengger Kuasai Jalan Jati Pinggir

POSKOTA.CO – Busyet dah, kondisi kawasan di sekitar Pasar Petamburan berantakan dan awut-awutan. Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat diem bae melihat kesemrawutan dan kekumuhan di kawasan ini hingga bertahun-tahun.

Sekedar diketahui, kawasan jalan ini meliputi, Jalan Jati Pinggir hingga Jalan Jati Petamburan sepanjang kurang lebih 800 meter.

Pantauan di lokasi, keberadaannya banyak Pedagang Kaki Lima (PK5) dan parkir liar, sehingga jalan ini memicu menyempit yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas (lalin).

Sebelumnya, Asisten Pembangunan Setko Administrasi Jakarta Pusat, Ferizan Bakwan Ginting didampingi para Kepala Suku Dinas (Kasudin) hanya melihat-melihat saja tidak ada tindakan tegas terhadap pelanggar Ketertiban Umum (Tibum) Peraturan Daerah (Perda) nomor: 8 tahun 2007 di lokasi ini.

Parah nya lagi timbunan sampah setiap hari di dua lokasi dipo di jalan ini hingga mencapai 30 meter kubik (M3). Hal tersebut dibenarkan, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kecamatan Tanah Abang, Abdul Rahman (Om Doel). “Setiap hari pengangkutan sampah di dua lokasi dipo ini mencapai 30 M3 meliputi dipo RW 01 sebanyak 14 M3 dan Dipo RW 04 sebanyak 16 M3 dengan pengangkutan pagi hari dimulai pukul 07.00 wib pagi hingga pukul 11.00 Wib siang,” ungkap Om Doel, Jumat (12/3/2021).

Sementara itu, Lurah Petamburan, Setyanto saat dihubungi mengaku, keberadaan PK5 dan parkir di kawasan tersebut memang menjadi permasalahan sebagai kajian dalam upaya penanganan. “Untuk langkah awal agar lebih rapi, kawasan jalan sepanjang sekitar 800 meter ini akan diatur.

“Segera kita atur agar kendaraan yang parkir ada di satu sisi saja, karena untuk penertiban jelas sulit dilakukan,” ujarnya.

Setyanto menambahkan, pihaknya akan berupaya melakukan pengamanan. Sehingga warga bisa lebih tertib parkir maupun berdagang. “Dengan demikian lalu lintas lebih lancar dan kajian itu kemungkinan, Jalan Jati Petamburan dibuat satu arah,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menegaskan, lurah dan camat harus dapat merapihkan kawasan tersebut agar tidak berantakan.

“Kalau wilayah berantakan seperti itu lurah dan camat harus cepat menertibkan biar lebih rapi. Jangan sampai ada pembiaran, nanti susah jika mau dirapikan,” tandasnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *