oleh

Bank Sampah sebagai Solusi Penanganan Sampah

-Megapolitan-205 views

POSKOTA.CO – Sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, penanganan sampah di Kabupaten Bekasi harus ditangani secara profesional agar tidak mencemari lingkungan. Berdirinya bank sampah merupakan kebutuhan masyarakat dan industri sebagai bentuk partisipasi dalam pengelolaan sampah.

“Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre berupaya membantu pemerintah dalam menangani sampah, termasuk sampah non-B3. Program Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre merupakan suatu jawaban komprehensif dengan menekankan partisipasi masyarakat sekitar,”  ujar Wilda Yanti CEO PT Indonesia Waste Management Solution dan PT Xaviera Global Synergy kepada POSKOTA.CO, Sabtu (14/11/2020).

Wilda menambahkan, sistem pengelolaan sampah dan limbah dengan lembaga tersebut menekankan pada penggunaan teknologi tepat guna, padat karya yang penting warga sekitar dapat bekerja dan memperoleh penghasilan.

“Berkaitan dengan perizinan, Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre mulai izin lingkungan/warga sekitar, RT/RW, kelurahan dan kecamatan sudah diurus sesuai mekanismenya. Selanjutnya, proses yang ditempuh meminta pengarahan dan izin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Format dan ketentuan pembentukan bank sampah mengikuti Permen LH No 13/2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Recycle melalui Bank Sampah. Pasal 7 (ayat 2) huruf c Permen No 13/2012, kebijakan pembentukan dan implementasi pengintegrasian antara bank sampah dengan penerapan EPR (Extended Producer Responsibility).
Pasal 7 (ayat) huruf e menyatakan:, pengembangan kerja sama internasional dalam pelaksanaan bank sampah.

Oleh karena itu, masih kata Wilda, berkaitan dengan EPR tersebut, corporate atau perusahaan dan pemerintah harus mendukung dan memerlukan kolaborasi dan sinergi secara nyata.

“Sebagaimana yang dilakukan PT Fajar Surya Wisesa Tbk melakukan kerja sama dengan Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre serta PT Xaviera Global Synergy dan PT Indonesia Waste Management Solution,” terangnya.

Wilda menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan mandat UU No 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, dan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, oleh karena itu kegiatan ini mendukung penuh dan merupakan realisasi kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Saat Ini Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Center sudah tahap edukasi masyarakat untuk pemilahan sampah, sudah merekrut 50-an tenaga kerja warga setempat, dan proses perekrutan tenaga kerja bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Kalijaya dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.

“Dengan harapan, program ini menjadi pilot project nasional untuk pengelolaan sampah sinergi dan kolaborasi antara bank sampah, dunia usaha dan pemerintah dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan RI,” pungkas Wilda. (said)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *