oleh

Permukiman di Empat RW Banjir 1 Meter, Warga Cakung Barat Minta Pemprov Segera Bangunkan Embung

JAKARTA – Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa wilayah di Jakarta membuat warga kini terus ketakutan saat hujan sudah mulai turun. Warga Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, yang kini resah karena genangan kerap berulang setiap musim hujan tanpa adanya solusi permanen.

Banjir yang terjadi pada pekan lalu, tidak hanya merendam RW 07, tetapi juga berdampak pada lingkungan RW 03, RW 06, dan RW 08. Genangan air di beberapa titik dilaporkan mencapai ketinggian sekitar satu meter atau setara dengan pinggang orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan potensi kerugian material.

Ketua RT 002/07 Kelurahan Cakung Barat Ahmad Nur mengatakan, setiap kali hujan turun dengan curah tinggi dan durasi yang cukup lama, air dengan cepat meluap ke kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat warga hidup dalam kekhawatiran, terutama terhadap keselamatan keluarga serta harta benda mereka.

“Banjir yang terjadi kemarin berdampak pada 50 kepala keluarga (KK), dan jika dirata-ratakan, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang. Kalau hujan deras berlangsung lama, air cepat naik. Ketinggiannya hampir 1 meter. Warga pasti cemas karena ini bukan pertama kali terjadi,” kata Ahmad, Selasa (27/1/2026).

Menurut Ahmad, banjir juga berisiko merusak peralatan rumah tangga, khususnya barang elektronik seperti televisi dan lemari es. Dan persoalan banjir di Cakung Barat telah menjadi masalah tahunan yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

“Makanya warga berharap ke pemerintah daerah agar segera merealisasikan pembangunan embung sebagai solusi pengendalian banjir. Warga menilai embung menjadi salah satu langkah penting untuk menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Ahmad.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana pembangunan embung di wilayah Cakung Barat saat ini masih dalam tahap pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta. Pembahasan tersebut dilakukan oleh Komisi D DPRD Provinsi Jakarta periode 2024-2029 yang membidangi pembangunan, mencakup infrastruktur, tata kota, lingkungan hidup, dan perumahan.

Komisi D DPRD Provinsi Jakarta yang dipimpin oleh Yuke Yurike memiliki peran pengawasan terhadap dinas-dinas teknis, antara lain Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, Dinas Cipta Karya, serta Dinas Lingkungan Hidup, guna memastikan pembangunan kota berjalan merata dan berkelanjutan.

“Warga berharap wakil rakyat segera merespons keluhan masyarakat Cakung Barat. Percepatan pembahasan dan realisasi anggaran dinilai sangat dibutuhkan agar persoalan banjir tidak terus berulang dan menjadi beban warga setiap musim hujan,” ungkap Ahmad.

Meski sudah menjadi perbincangan hingga ke tingkat DPRD, namun Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta belum juga bergerak untuk mengatasi banjir yang terjadi. Mereka khawatir bila hujan turun dengan intensitas tinggi akan kembali menenggelamkan permukiman mereka dan berharap segera mendapatkan solusi terbaik. (*/ifand)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *