oleh

Antisipasi Banjir, Saluran Air di Jalan Batu Ceper Raya Dinormalisasi

POSKOTA.CO – Saluran air di sepanjang Jalan Batu Ceper Raya, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, dilakukan pengurasan. Hal ini dilakukan karena sudah penuh dengan sedimen juga sampah sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak banjir dan genangan saat musim hujan.

Pengurasan lumpur di lokasi itu dipantau langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Sri Haryati.

“Untuk mengantisipasi genangan di DKI Jakarta, seluruh jajaran Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) agar mengamankan saluran,” pinta Sri Haryati, Minggu (27/9/2020).

Pengamanan saluran yang maksud adalah, ujar Sri, jika ada mampet baik karena sampah plastik atau karena sidimen lumpur yang tebal supaya segera dikeruk. Sebab, jika tidak dilakukan pengurasan akan menghambat air menuju ke muara sehingga menimbulkan banjir.

Selain itu Plt Sekda DKI juga minta di setiap perbatasan wilayah yang mempunyai permasalahan supaya didata, nantinya untuk dirapatkan dengan Gubernur DKI Jakarta, sehingga permasalahan wilayah bisa diatasi bersama.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara mengatakan, saat ini Sudin SDA Jakarta Pusat sedang melakukan pengurasan saluran di delapan kecamatan. Pengurasan ini dilakukan untuk meminimalisasi genangan.

“Iya saat ini Sudin SDA Jakarta Pusat sedang gencar melakukan pengurasan di delapan kecamatan guna mengurangi terjadi genangan saat musim penghujan,” jelas Bayu.

Menurutnya, saluran air mikro di Jalan Batu Ceper Raya ini memiliki panjangnya sekitar 1.000 meter dinormalisasikan. Namun untuk sementara yang dikerjakan 100 meter terlebih dahulu, pengerjaan saluran sudah sejak 21 September akan selesai pertengahan November 2020.

“Saluran air mikro akan dilebarkan menjadi 2 meter, karena lebar saluran yang lama lebarnya bervariasi yakni 80 meter dan 120 meter, dengan dimensi saluran 1,5 meter x 2 Meter. saluran yang lama sudah tidak bisa menampung debit air bila hujan lebat disebabkan sedimen lumpur sudah tinggi,” ungkapnya.

Dalam melaksanakan pengerjaan saluran tersebut, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat melibatkan 30 orang petugas ditambah satu unit alat berat. (wandhy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *