oleh

Super Semar dan Semar yang Super

POSKOTA.CO – Tanggal 11 Maret menjadi sesuatu yang menjadi catatan sejarah penting tatkala mengingat surat perintah sebelas maret yg dikaitkan pasca G30 S PKI. Konteks yang dapat diinterpretasi tentang semar dalam kaitan bukan akronim melainkan pada ikon punakawan yg menjadi ikon local geniuspun menjadi sakral. Semar titisan Bathara Ismaya putra sang hyang wenang yg ditugaskan menjadi pamomong bagi para ksatria.

Semar menitis sebagai rakyat kebanyakan bahkan digolongkan sbg kasta sudra. Walaupun dalam kasta sudra namun semar tetap bercahaya, senantiasa mencerahkan dan membawa kabar suka cita. Semar dg pendampingannya bersama anak anaknya ” Gareng, Petruk dan Bagong” mengajarkan kebaikan kebenaran kehidupan dg canda tawa.

Gegojekan ing oro oro ombo. Canda tawanya dalam suasana keseharian. Guyon maton atau guyon parikeno. Bahasa dan cara sederhana mudah dicerna menghibur duka lara. Semar menjadi kesayangan atau klangenan orang kebanyakkan. Semar memiliki kesaktian luar biasa dan ajiannya dari dirinya sendiri yaitu dari kentutnya.

Semar memang samar tidak jelas antara laki laki atau perempuan kadang kadang juga dilihat wajahnya, semar pucat pasi bagai wajah orang mati. Semar dalam konteks kesakralannya akan menjadi sesuatu yang di balik fenomena. Kekuatan supranatural atau yg super menjadikan semar dihormati disegani dan dicintai.

Semar yang super bukan mempertontonkan kemewahan atau keduniawiannya melainkan super dari sisi spiritualitas atau sisi kebijaksanaan dan kesederhanaan. Semar dengan menjadi abdi kinasih atau wulu cumbu dekat dengan para ksatria atau para raja yg di bimbing atau diemong agar tetap pd relnya atau tidak menyimpang dang dharmanya sbg kasatria. Kekuatan semar ada pada konsistensinya menjalankan komitmennya.

Semar tetap mjd rakyat dan hidup sederhanawalau dekat dg penguasa. Semar tidak aji mumpung atau memanf!aatkan kesempatan. Bahkan semar boleh dikatakan tdk mengambil previledge atau hak istimewanya. Keteladanan Semar tidak diragukan lagi. Walau orang sederhana namun bijaksana. Canda tawa Semar san anak anknya dalam pementasan wayang Purwo mjd adegan yg dituggu tunggu pada ” goro goro”.

Sejarah super semar mjd perdebatan dan politik lebh kuat. Kuasa dan kekuasaan lbh dominan dan banyak saksi serta fakta sejarah ditulis dalam sejarah. Semar yang super menunjunkkan semar yang sarat kelebihan dari berat badannya hingga kebijaksanaannya menyatu dalam wujud semar yg lucu. Kalau lelaki mengapa pantat dan susunya besar.

Kalau perempuan kenapa memakai kuncung dan berkumis. Perumpamaan semar yg mengejowantah mjd manusia digambarkan sbg dewo kamanungsan ( dewa yang kasat mata dan hidup di tengah warga ). Semar simbol menyatunya Sang pencipta demg ciptaannya ” manunggaling kawulo gusti”. Semar seakan mjd ” sangkan paran” dari mana dan akan ke mana. Semar mengajarkan ” hambegegeg ugeg ugeg sakdulito langgeng” .

Bergeraklah atau berupayalah dalam hidup ini agar menghasilkan daya atau energi walau sedikit namun bisa abadi. Semarpun mengajarkan peradaban ” suro diri jayaningrat lebur dening pangastuti. Segala angkara murka akan dpt diatasi atau dikalahkan dg kebaikan dan kelembutan budi.

Semar yang super memilih mjd rakyat karena ” ratu iku ananing mung winates” menjadi rqtu atau penguasa atau pejabat hanyalah sbatas mampir minum saja. ” dadi kawulo tanpo winates” menjadi masyarakat tanpa batas. Penguasa atau pemegang tampuk kekuaaannya dituntut afa pemgorbanannya ” dadi ratu kudu ono lelabuane, yen ora ono lelabuhane ora ono gunane”. Petuah petuah semar memang super di hari yg ada super semarnya semar tetap dg supernya: super miskin papa, super sederhana, hingga super kebijaksanaannya.(cdl) Km121 11 maret 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *