oleh

Seni Itu Pembelajar yang Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

POSKOTA.CO – Seni sebagai ikon peradaban memerlukan suatu proses yaitu menjadi pembelajar karena seni produk jiwa bukan hafalan. Seni memerlukan imajinasi untuk adanya suatu penciptaan. Daya imajinasi inilah yg sering dikatakan bahwa seni itu suatu kecerdasan.

Dalam mengembangkan imajinasi apa saja bisa dikonstruksi atau dihubung hubungkan agar tercipta sesuatu yang baru. Seni juga menjadi suatu perjuangan kemanusiaan bagi semakin manusiawinya manusia. Tatkala dikatakan seni sebagai ikon peradaban maka proses pencapaiannya merupakan penggunaan imajinasi yg mengkonstruksi sesuatu bagi kemanusiaan.

Ini juga menyadarkan untuk berproses melalui pembelajaran. Seni dalam imajinasi dapat mengabstraksikan atau mampu menghasilkan hakekat atau intinya yg berupa prinsip2 mendasar dan berlaku umum. Seni dalam prosesnya memerlukan orang orang yg given atau pemberian Tuhan yaitu orang orang yg dg kesadarannya sbg pembelajar karena kesadarannya, karena tanggung jawabnya atas hidup dan kehidupan.

Kekuatan seni muncul dari dalam diri masing2 seniman. Walaupun gaya seniman bervariasi di luar main stream atau out of the box bahkan no box di dalam menemukan atau menumbuhkembangkan kreatifitasnya.

Kecerdasan seniman muncul dalam karya karyanya yang mampu : menginspirasi, memotivasi, menjembatani, menjadi solusi, saluran komunikasi bahkan mampu mjd acuan standar bahkan kiblat dari banyak orang. Seni ini juga hati bukan sebatas pikiran tetapi pd rasa atau sense.

Otak dan hatinurani saling menguatkan. Para pemikir para penemu sebenarnya mereka juga seniman karena karya karya mereka sarat dg imajinasi yg mampubdigabungkan menjadi teori. Bahkan diimplementasikan dlm teknologi.

Di dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara seni mjd landasan atau acuan pd prosesnya. Seni menyadarkan untuk menjadi pembelajar di mana seni akan mampu mengasah budi.

Memberi solusi atau setidaknya ada win win solution bagi pemecahan konflik atau bahkan mampu menjadi ice break atas kebuntuan komunika sosial. Memberikan jalan dalam berbagai penyelesaian konflik secara beradab. Mampu menjadi jembatan hati dalam mengatasi berbagai konflik kepentingan.

Seni menyadarkan bahwa hidup dan kehidupan adalah bagian dari peradaban untuk semakin manusiawinya manusia. Penyemaian benih benih bagi tumbuhnya seni dan lahirnya seniman ini merupakan suatu tanggungbjawab bersama para pemangku kepentingan setidaknya unsur pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, masyarakat itu sendiri, lembaga lembaga nonpemerintah dll.

Para kaum informal leader merupakan agen agen penyemai bibit2 seni dan seniman ubtuk dapat hidup tumbuh berkembang. Semua itu juga muaranya pada political will karena kekuasaan power dan authority ada di sana. Namun demikan tetap memerlukan adanya ide adanya massa dan waktu yang tepat. Tentu bukan sekali jadi namun dilakukan scr konsisten konsekuen dan berkesinambungan.(CDL) Fajar pagi 23 maret 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *