oleh

Pohon Langka Usia Lebih 1.000 Tahun, Benih Berhasil ‘Dihidupkan’ Para Peneliti

BOGOR – Benih misterius dari pohon langka berhasil dihidupkan para peneliti. Pohon tersebut diperkirakan sudah berusia 1.000 tahun lalu dan benihnya ditanam para peneliti pada tahun 20110.

Para peneliti mengatakan, tumbuhan yang berhasil dihidupkan ini disebutkan dalam Alkitab dengan memiliki hasiat untuk kesehatan. Benih yang berusia 1.000 tahun itu ditemukan para peneliti di sebuah gua di Gurun Yudea pada tahun 1980-an.

Namun Sarah Sallon, pendiri Pusat Penelitian Pengobatan Alami Louis L. Borick di Yerusalem, baru melalukan penelitian puluhan tahun kemudian.
Bersama tim, Sarah Sallon mencoba menanam benih itu dalam penelitian yang dibentuknya.

Setelah itu, Sarah menulis penelitian ini dalam jurnal Communications Biology pada 10 September 2024 lalu.
Benih yang puluhan tahun disimpan, ternyata muncul tunas kecil setelah ditanam lima minggu kemudian.
Tanaman itu tumbuh subur dan menjadi pohon dengan tinggi tiga meter. Pohon ini tidak berbunga atau menghasilkan buah.

Sallon menjelaskan, dirinya curiga benih tersebut tanaman yang disebut dalam teks kuno di wilayah itu.Termasuk juga diungkapkan dalam Alkitab, atau digambarkan sebagai Balsam Yudea.
Saat itu, getah harum dari pohon disebut sangat dicari. Hasil tanaman juga diekspor ke seluruh dunia.

“Kami menanamnya pada tahun 2010 dan sekarang sudah tahun 2024. Mengapa kami menunggu begitu lama untuk menerbitkan penelitian? Karena saya ingin memastikan, bahwa itu bukan Balsam Yudea. Dan bagaimana saya bisa tahu pasti? Dengan menciumnya,” kata Sallon dalam tulisannya yang dikutip wartawan media ini Rabu 24 Desember 2025.

Tanaman yang dia tanam bersama tim, tak pernah mengeluarkan aroma apa pun. Kemudian, mereka melakukan analisis fitokimia pada getah, daun, dan cabangnya. Penelitian dilakukan dengan menguji senyawa aromatik. Hal serupa ditemukan pula pada mur, tanaman yang masih kerabat dekat dengan benih 1.000 tahun itu.

Hasilnya tanaman itu bukan Balsam Yudea. Namun kemungkinan adalah sumber balsem obat yang disebut tsori. “Berdasarkan semua hal ini, itu bukanlah balsam Yudea, melainkan sepupu dekatnya, dan salah satu Commiphora nonaromatik yang merupakan gudang harta karun senyawa obat,” urai Salon.

Sementara Louise Colville, pemimpin penelitian senior di bidang biologi benih dan stres di Royal Botanis Gardens London mengatakan, benih dengan masa hidup yang luar biasa, sangatlah langka dan sangat beruntung. “Yang mengejutkan dalam cerita ini adalah itu hanya satu benih dan bisa memiliki satu kesempatan untuk berkecambah adalah keberuntungan yang luar biasa,” ungkap Colville dalam artikelnya. (yopy/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *