DEPOK – Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Christiono R. berhasil mempertahankan disertasinya pada program Doktoral Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI). Disertasi tersebut mengangkat inovasi pengembangan isolator polimer berbahan limbah batu bara berbasis machine learning.
Penelitian tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan material kelistrikan nasional di tengah percepatan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik sesuai RUPTL PLN 2025–2034. Disertasi berjudul ‘Pengembangan Isolator Polimer Silicone Rubber – Coal Fly Ash Untuk Tegangan Tinggi berbasis Machine Learning’ dipertahankan dalam sidang promosi doktor yang dipimpin Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Tim penguji terdiri atas Faiz Husnayain, S.T., M.Sc., Ph.D., Ismi Rosyiana Fitri, S.T., Ph.D., Prof. Ir. Syamsir Abduh, M.M., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Prof. Dr. Ir. Salamana Manjang, M.T., IPM., ASEAN Eng.
“Penelitian ini membuktikan bahwa limbah coal fly ash tidak hanya dapat dikurangi dampak lingkungannya, tetapi juga ditingkatkan nilainya menjadi material isolator tegangan tinggi yang memiliki performa kompetitif. Pendekatan berbasis machine learning memungkinkan kami memperoleh formulasi optimum secara lebih akurat dan efisien untuk mendukung kebutuhan infrastruktur kelistrikan nasional,” ujar Christiono kepada wartawan, Sabtu, 4 Juli 2026. Adapun sidang berlangsung di kampus UI, Depok pada Selasa (30/6) lalu.
Menurut Christiono, hasil riset tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah industri secara lebih luas dalam pengembangan komponen ketenagalistrikan nasional. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
“Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan material isolator lokal yang lebih berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku konvensional, sekaligus mendukung implementasi ekonomi sirkular pada sektor ketenagalistrikan Indonesia,” katanya.
Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan material isolator dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah batu bara menjadi produk bernilai tambah melalui penerapan teknologi machine learning. (jo)







Komentar