oleh

Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI Gelar Yudisium bagi 127 Lulusan Magister Ilmu Administrasi

POSKOTA.CO – Sebanyak 127 lulusan Magister Ilmu Administrasi Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI mengikuti Yudisium semester genap tahun akademik 2021/2022, pada Selasa (4/10/2022). Riniciannya, 29 orang dari konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Pajak, 6 orang dari konsentrasi Administrasi Kebijakan Bisnis, 78 orang konsentrasi Administrasi Manajemen Publik, dan 14 orang dari konsentrasi Manajemen Perpajakan.

Dengan mengikuti yudisium, itu berarti mereka dinyatakan telah lulus dan berhak menyandang gelar Magister Ilmu Administrasi (MA).

Kegiatan yudisium yang digelar di Hotel Daily Inn, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat tersebut dihadiri oleh Rektor Institut STIAMI Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, M.M Direktur Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI, Assoc Prof Dr. Drs. Pandoyo, SE., MM,  Ketua Program Studi Magister Ilmu Administrasi, Dr. Dian Wahyudin, S.Sos., M.Si, Sekretaris Prodi Magister Ilmu Administrasi, Mohammad Sofyan, SE., MM dan perwakilan Yayasan.

Rektor Institut STIAMI Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, M.M saat membuka resmi Yudisium Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI mengingatkan agar para Magister Ilmu Administrasi lulusan Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI bekerja sepenuh hati. “Gunakan ilmu yang sudah dipelajari sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia juga berpesan agar lulusan Institut STIAMI tidak sekali-kali melakukan tindakan korupsi. Karena korupsi adalah kejahatan yang paling serius dan tidak berperikemanusiaan dibandingkan dengan kejahatan teroris dan penyalahgunaan narkoba. Kejahatan terorisme dan narkoba korbannya tidak sebanyak kejahatan korupsi. “Kalau korupsi korbannya bisa mencapai ratusan juta orang,” lanjutnya.

Institut STIAMI tegas Rektor tidak akan mentolelir alumninya yang terbukti melakukan korupsi. Pihak Institut STIAMI tidak segan-segan untuk mencabut ijazahnya. “Saya tidak rela, tandatangan saya yang tertera pada ijazahnya disalah gunakan. Pertanggungjawaban saya dunia akhirat,” jelasnya.

Rektor Institut STIAMI Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, M.M

Terkait yudisium, Rektor menjelaskan adalah sebuah proses sebelum mahasiswa bisa melaksanakan wisuda. Tanpa melalui proses yudisium, mahasiswa tidak akan bisa wisuda meski telah dinyatakan lulus ujian skripsi atau tugas akhir.

Bisa dibilang, yudisium adalah syarat penting bagi mahasiswa untuk dinyatakan lulus dan menerima ijazah. Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk melakukan yudisium.

Seremoni Yudisium ini diakui Rektor baru pertama kali diadakan. Sebelumnya, yudisium dilakukan setelah proses sidang skripsi atau tesis. Misalnya, ada 4 atau 5 mahasiswa yang disidang, proses yudisium ya buat sejumlah mahasiswa tersebut. Itu dilakukan untuk memfasilitasi mahasiswa yang memiliki kesibukan atau merasa terbebani dengan waktu dan biaya jika mengadakan yudisium yang sesungguhnya.

“Jadi, setelah ujian sidang dan dinyatakan lulus, mahasiswa diminta menunggu sebentar. Kemudian dibacakan nilai yang didapatkan setelah ujian sidang. Apakah predikatnya dengan pujian, sangat memuaskan, atau memuaskan,” tegasnya.

Pada proses yudisium, dibacakan pula hak-hak yang diperoleh mahasiswa setelah dinyatakan lulus. Di antaranya sudah boleh menggunakan gelar di namanya.

“Nah yudisium yang sebenarnya ya yang seperti ini, ada seremoni, ada inagurasi. Jadi, kami memfasilitasi siapa yang mau ikut seremoni yudisium sebelum wisuda atau mau mengikuti yudisium setelah ujian sidang, silakan. Tidak ada paksaan selama itu tidak menyalahi aturan,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI, Assoc Prof Dr. Drs. Pandoyo, SE., MM, menyampaikan bahwa yudisium adalah agenda paling penting bagi mahasiswa.“Ini menjadi momen pengukuhan kelulusan setelah memenuhi syarat kelulusan dan telah menempuh masa studi,” katanya.

Menurutnya, pengukuhan kelulusan menjadi bekal untuk memperluas manfaat ilmu dengan berakhlak mulia, unggul, dan berdasar saing di bidang Ilmu Administrasi.

Ia pun berpesan kepada para peserta yudisium untuk mampu belajar berkreasi melakukan kerja apapun dalam bidang ilmu administrasi. Tentu saja dengan melibatkan orang di sekitar untuk menghasilkan pengembangan ilmu administrasi dan mempromosikannya kepada pihak lain.

Direktur Pascasarjana Institut STIAMI, Assoc Prof. Dr. Drs. Pandoyo, SE., MM

Ia berpesan sebagai insan yang telah dibekali dengan nilai-nilai dan ilmu pengetahuan, hendaknya ilmu yang dimiliki memberikan manfaat bagi banyak orang.“Sehingga semakin banyak yang dapat merasakan manfaat atas kehadiran seorang pendidik,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas semacam ini sangat diperlukan untuk menuju masyarakat yang maju. Selain itu, untuk memutar roda perekonomian agar semakin melaju, meski di masa pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Pandoyo juga mengucapkan rasa syukur atas penerimaan mahasiswa baru yang melampaui target, dari target 300 mahasiswa, tercapai 323 Mahasiswa (107,67%).

Ia mengajak seluruh jajaran Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI untuk terus mempertahankan pencapaian penerimaan mahasiswa dengan sepenuh hati dan senyawa.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Prodi Magister Ilmu Administrasi, Mohammad Sofyan, SE., MM, mengatakan pelaksanaan acara yudisium, baru kali ini dilaksanakan secara luring. Pihaknya berharap semoga kegiatan yudisium secara luring ini berkelanjutan pada semester tahun akademik mendatang.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia acara yudisium, serta team support yang dengan ikhlas dan suci hati menyukseskan acara yudisium ini,” katanya.

Dalam yudisium ini, dibacakan pula Surat Keputusan Direktur Sekolah Pascasarjana Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Nomor: 001/SK/DIR-PASCA/INST.STIAMI/X/2022 oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Administrasi, Dr. Dian Wahyudin, S.Sos., M.Si.

Surat keputusan itu tentang Penetapan Yudisium Mahasiswa Jenjang Strata Dua (S-2) Magister Ilmu Administrasi Semester Genap TA. 2021/2022

Adapun penyerahan Surat Keterangan Lulus dilakukan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana, sedangkan penyematan selendang kelulusan oleh Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, Dr. Drs. Ahmad Hidayat, MS.

Penyampaian kesan dan harapan yudisi disampaikan oleh perwakilan yudisi Agam Sajiyana M.A. Ia mengatakan di balik kesuksesan dalam menempuh perkuliahan hingga yudisium kali ini, tentu tak terlepas dari orang-orang hebat yang berada di belakang mereka.

“Karena itu, izinkan kami memberikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua, keluarga kami yang telah memberikan nasihat, motivasi dan doa yang tak henti-hentinya,” katanya.

Ucapan terima kasih, ia sampaikan pula kepada guru-guru, bapak/ibu dosen yang selalu mensupport, menginspirasi melalui karya-karyanya, gagasan-gagasan, serta wawasan barunya.

Dalam kesempatan ini juga ia menyampaikan terima kasih kepada bagian akademis dan jajarannya yang telah membantu dalam proses pengurusan administrasi.

Tidak lupa kepada teman-teman seperjuangan tingkat magister yang memberikan corak baru dalam berdiskusi, sehingga kami mendapatkan gagasan baru dari berbagai sudut pandang.

“Bekerja dengan diiringi berkuliah, sebagian juga telah berkeluarga tentulah bukan hal yang mudah bagi kami di tingkat magister,” katanya.

Namun, berkat orang tua, para dosen, pimpinan, staf akademis, dan teman-teman, para yudisium dapat menyelesaikan program ini.

“Dan mencapai salah satu hari yang ditunggu, menjadi salah satu hari yang bersejarah dalam kehidupan kami, yaitu hari ini,” ujarnya.

Perolehan gelar ini bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, namun gelar ini sebagai jembatan dalam melewati luasnya lautan ilmu pengetahuan.

“Mari kita tunjukan potensi terbaik kita kepada masyarakat luas dengan senantiasa memberikan kebermanfaatan, implementasi ilmu dan amal, serta terus menjaga nama baik Sekolah Pascasarjana Institut STIAMI Program Studi Magister Ilmu Administrasi di manapun kita berada,” tutupnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *