oleh

Prof Dedi Jusadi: Dibanding Ikan Air Tawar, Daging Ikan Laut Lebih Enak

POSKOTA. CO – Riset strategi pengembangan pakan untuk resiliensi dan keberlanjutan akuakultur melalui pengembangan bahan baku pakan alternatif berbasis perairan dan peningkatan mutu produk akuakultur menghabtarkan Dr. Dedi Jusadi meraih profesornya.

Dalam pemaparan risetnya, Prof Dedi menuturkan, kebutuhan ikan global dari akuakultur diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dunia.

Seiring dengan peningkatan produksi ikan, maka kebutuhan pakan ikan juga akan meningkat. Indonesia sebagai produsen akuakultur kedua terbesar di dunia diperkirakan akan menghadapi tantangan berupa kenaikan harga pakan akibat dari tingginya impor bahan baku, terutama sumber protein.

Saat ditanya, daging ikan laut lebih berkualitas dan enak dibandingkan dengan ikan air tawar, walau pasokan makanan ikan air tawar dari pakan yang bergizi, Prof Dedi menjawab, jika kadar omega dalam ikan air laut yang membuat pembeda.

“Permintaan konsumen akan ikan dengan kualitas tinggi, baik dari aspek nutrisi, rasa, tekstur dan aroma menjadi tuntutan yang harus bisa dipenuhi oleh produsen akuakultur. Maka strateginya adalah dengan pengembangan bahan baku pakan ikan nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor,” kata Prof Dedi Kamis 24 Agustus 2023.

Guru besar Fakultas Kelautan dan ilmu kelautan ini menambahkan, pengembangan bahan baku berbasis perairan (water-based feed raw materials) seperti rumput laut dapat menjadi alternatif solusi yang paling tepat bagi Indonesia sebagai negara maritim.

“Selain memanfaatkan potensi ruang perairan, rumput laut dapat berfungsi sebagai organisme yang dapat menyerap polutan dalam air secara efektif, dan mengkonversinya sebagai nutrien untuk pertumbuhannya,” paparnya.

Salah satu kendala yang ditemui pada produk ikan akuakultur adalah akumulasi lemak daging yang tinggi yang berdampak pada perubahan rasa, warna, dan tekstur.

“Penggunaan karbohidrat dalam jumlah besar dapat membawa efek samping, salah satunya adalah akumulasi lemak dalam daging yang selanjutnya dapat berdampak pada kualitas daging seperti timbulnya rasa atau bau lumpur, warna yang kekuningan dan tekstur yang lembek,” ujarnya. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *